Bersungguh-sungguh

Tuhan mau berjuang terus pada manusia meski manusia memiliki kehendak bebas (Kejadian 6:3).  Tuhan mau berjuang pada manusia untuk mengembalikan kemuliaan-Nya.  Agama apapun tidak bisa mengembalikan kemuliaan Tuhan.  Namun keinginan daging pasti menghalangi apa yang Tuhan inginkan.  Manusia (daging kita) mungkin bisa mencapai kesempurnaan di dunia ini, tapi itu hanya sementara.  Banyak motivator atau nabi-nabi palsu yang berbicara tentang sesuatu yang sementara, tapi Kristus adalah motivasi sejati karena Ia adalah roh.  Apa yang dilakukan manusia dengan kehendak bebas bisa membuat Tuhan menyesal bahkan pilu hati-Nya (Kej 6:4-7).  Banyak manusia terjebak dengan pemaknaan hidup yang sementara saja.  Mereka tidak mencari sesuatu yang kekal.  Kemudian Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan (Kej 6:8). Tuhan memulai awal yang baru setelah Ia menyesal menciptakan manusia.  Tuhan lebih baik memulai dari awal daripada sudah mencapai sesuatu yang bagus tapi cacat. Continue reading

Posted in Kotbah Tengah Minggu | Leave a comment

Roh Kudus

Yesus berkata bahwa semua yang dikatakan tentang diri-Nya dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur harus tergenapi karena suatu pemberitaan tanpa penggenapan seperti tanpa kuasa (Lukas 24:44).  Setelah itu, Yesus membuka pikiran murid-murid-Nya sehingga mereka mengerti kitab suci (Lukas 24:45).  Seperti halnya kita, kalau pikiran kita tidak dibukakan maka kita tidak akan mengenal Tuhan.  Banyak orang berbuat seenaknya sendiri, tidak sesuai dengan firman Tuhan karena pikiran memang belum terbuka.  Murid-murid Yesus pun yang bersama-sama dengan Yesus selama 3,5 tahun pikirannya belum terbuka.  Mereka belum mengerti bahwa Yesus harus mati, dikubur, dan bangkit.  Yang mereka tahu adalah Yesus bersama-sama dengan mereka sampai selamanya.  Sekarang pun orang bisa percaya Yesus, tapi hidupnya tidak berubah karena pikirannya belum dibukakan (masih ada selubung). Continue reading

Posted in Kotbah Minggu | Leave a comment

Kesaksian Bowo – CG Victorious

Semuanya diawali waktu ada orang datang ke tempat saya berjualan karena ada kepentingan tentang bisnisnya. Dia mengundang saya untuk datang ke usahanya. Beberapa hari kemudian saya dengan seorang brother datang berkunjung ke tempat usahanya. Hari pertama, kami bicara dan share banyak hal tentang kehidupan sampai dengan kebenaran firman karena dia seorang aktivis gereja namun dia menglami kepahitan terhadap gembalanya. Pada saat itu tempatnya terlalu ramai sehingga share pun kurang maksimal. Akhirnya share kami lanjutkan di center. Di situ dia terbuka dengan hidupnya yang selama ini dia mengira dengan usahanya dapat menyelesaikan perkara yang ada. Saat itu pun kami tegas katakan kalau seseorang belum selesai dari segala dosa di hadapan Tuhan, kepahitan dan kekecewaan itu akan terus mengikuti dalam hidupnya bahkan sampai dia mati. Dari situ dia mengerti dan semakin diteguhkan dengan kesaksian dengan kesaksian pertobatan salah satu brother. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk dilahirkan kembali, sehingga kita pun terus share dan bersama-sama dengan dia sampai sekarang.
Ladang telah menguning siap untuk dituai, tapi persiapkanlah dirimu untuk menuai tuaian itu. GBU

Posted in Kesaksian | Leave a comment

Refleksi Kepemimpinan

Kita akan bicara tentang refleksi kepemimpinan.  Pertanyaannya, apakah kita sudah menjadi teladan bagi orang lain?  Di bawah ini akan dijelaskan prinsip-prinsip tentang kepemimpinan.

1. The Redwood Principal

Mari kita lihat di Lukas 16:10.  Mungkin beberapa dari Saudara ingin menjadi pemimpin yang besar tapi apakah Saudara sudah menjadi pemimpin di tempat yang kecil?  Jika Saudara sukses memimpin tempat yang kecil maka Saudara pasti bisa menjadi pemimpin yang besar.  Seberapa setia kita melakukan perkara-perkara yang kecil? Continue reading

Posted in Kotbah Minggu | Leave a comment

Roh Kebenaran

Darwin Egan LontohDunia berusaha menarik kita secara pelan-pelan dan terus menerus supaya kita tidak melakukan perintah Tuhan.  Pada awalnya DNA kita adalah dunia dan kita mudah tertarik ke dunia.  Namun setelah bertobat dan dilahirkan kembali, DNA Tuhan lebih kuat daripada DNA dunia.  Kemudian kita mempertahankan apa yang dari Tuhan supaya tidak kembali ke dunia.  Selain itu, kita juga memberitakan apa yang berasal dari Tuhan kepada orang lain.

Dalam Yohanes 14:15-20, dikatakan apabila kita mengasihi Tuhan, kita pasti melakukan perintah-Nya.  Untuk melakukan perintah Tuhan, kita membutuhkan seorang Penolong supaya kita tidak tertipu atau tersesat.  Penolong itu adalah Roh Kebenaran.  Roh Kebenaran inilah yang menuntun kita untuk hidup di dalam kebenaran Tuhan.  Orang bisa membaca atau mengetahui kebenaran, tetapi tersesat hidupnya karena tidak ada Roh Kebenaran yang menuntunnya. Continue reading

Posted in Kotbah Tengah Minggu, Lain-lain | Leave a comment

Menjadi Berkat bagi Bangsa-Bangsa

Biasanya di akhir tahun banyak orang membuat resolusi.  Resolusi seperti suatu pernyataan atau ketetapan hati seseorang untuk mengadakan suatu perubahan dalam hidupnya.  Mungkin di tahun sebelumnya ada masalah, kejatuhan atau kegagalan kemudian ia ingin membuat perubahan yang lebih baik.  Dalam kehidupan ini kita pasti tidak mau mengalami kemunduran.  Orang yang berjalan mundur itu tidak normal.  Semua orang ingin maju, tapi pada nyatanya tidak semua orang maju.  Ada yang mundur, gagal, atau berhenti di tempat.  Ya itulah kehidupan.  Namun yang namanya manusia pasti ingin maju atau mengalami pertumbuhan.  Keinginan untuk bertumbuh ini yang membuat manusia terus hidup.  Kalau manusia berpikir ‘seperti ini saja sudah cukup’ pasti tidak pernah ada kemajuan dalam hidupnya.  Dalam dunia bisnis saja kalau melakukan hal yang sama seperti tahun lalu pasti mengalami kemunduran.  Akan ada orang lain yang mengalami kesempatan untuk maju.  Kalau kita tidak maju, pasar kita bisa diambil oleh orang lain. Continue reading

Posted in Kotbah Minggu | Leave a comment

Berseru

Darwin Egan LontohBerseru pasti kita lakukan apabila kita sedang dalam keadaan darurat. Di Amerika ada telepon darurat 911.  Jika seseorang sedang dalam keadaan darurat atau mengalami tindak kejahatan, ia bisa menelepon 911.  Tentu saja nomor telepon ini bukan untuk main-main atau bercanda.  Semua manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan (Roma 3:23).  Ada satu cara untuk manusia bisa kembali kepada Tuhan yaitu berseru.  Kata berseru itu penting.  Seperti misalnya orang mau minta tolong yang darurat, ia pasti berseru dengan serius atau bahkan sampai berteriak.  Tidak ada orang yang dalam keadaan darurat, berseru dengan lemas-lemas atau biasa-biasa saja.  Namun banyak juga orang yang berseru, tapi tidak sungguh-sungguh.

Kita akan memasuki tahun 2014, jangan menunggu tahun 2014 baru kita berseru.  Mulai dari sekarang kita berseru.  Mintalah hal-hal positif dan baik terjadi .  Berserulah supaya Saudara mau bekerja keras untuk mencapai hal-hal yang positif.  Di dalam sebuah buku motivator dikatakan apabila Saudara berpikir positif maka hal-hal positif akan berpihak pada Saudara.  Sebaliknya, di mana Saudara berpikir negatif maka hal-hal negatif akan berpihak pada Saudara.  Kita bisa merasa enak dengan keadaan apapun. Bukan karena keadaannya yang membuat kita enak, tetapi karena kita sudah berubah menjadi orang yang positif.  Namun kita bisa berubah lagi ketika mulai mendengar perkataan orang lain yang tidak enak. Continue reading

Posted in Kotbah Minggu | Leave a comment

Berubahlah dalam Cara Pikir Kita

Darwin Egan LontohKata Natal berasal dari kata Natalis, yang artinya kelahiran.  Hari Natal disebut hari kelahiran Yesus.  Kita tidak akan mengerti mengapa Yesus lahir ke dunia dan menjadi manusia kalau kita tidak dilahirkan kembali.  Yesus disebut sebagai Juruselamat dan dinamakan Imanuel (Matius 1:23, Yesaya 7:14).  Yesus lahir melalui Maria, tapi Ia berasal dari Tuhan (Roh Kudus), dan bukan dari Yusuf.

Dilahirkan kembali artinya dilahirkan dari Tuhan.  Kita disebut anak Tuhan kalau kita dilahirkan dari Tuhan dan bukan hanya karena percaya.  Dalam Yohanes 3:3-7, Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa ia harus dilahirkan kembali.  Meski Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi, tetapi ia tidak mengerti tentang kelahiran kembali.  Kita juga sebagai orang Kristen belum tentu sudah dilahirkan kembali karena banyak dari kita menjadi Kristen karena orang tua kita Kristen.  Orang tua pasti menyuruh anaknya untuk mengikuti agamanya.  Tidak mungkin orang tua membebaskan anaknya untuk memilih agama apa saja.  Kita semua yang dilahirkan dari manusia adalah daging.  Namun Tuhan adalah Roh.  Oleh karena itu, kita harus dilahirkan kembali walaupun dari kecil sudah Kristen. Continue reading

Posted in Kotbah Minggu | Leave a comment