Sejarah Jubilee

Garis-garis besar sejarah berdirinya Jubilee :

  • Pergerakan ini berasal dari pergerakan Maranatha yang pada waktu itu dimulai pada kampus-kampus. Jubilee sendiri dimulai pada tanggal 12 Februari 1995 di Semarang dan pada tanggal 23 Oktober 1995 ditahbiskan sebagai jemaat GKB Jubilee, di bawah sinode Gereja Kristen Baithany (GKB) yang berpusat di Malang.
  • Dimulai oleh Pdt. Darwin Egan Lontoh dengan 12 orang lainnya. Sekarang jemaat Jubilee ini telah berkembang sampai ke : Salatiga, Yogyakarta, dan Juwana-Pati, Jakarta, Bandung. Selain itu, Jubilee pun mempunyai beberapa Pos P.I (Pelayanan Injil) yang terletak di : Batam, Pekanbaru, Kudus, Solo-Klaten, Sragen, Surabaya, Malang, Pangkalanbun, Palangkaraya,Kendari, Tobelo, Johor Baru(Malaysia), Singapura.
  • Sasaran dari misi/penginjilan yang dilakukan oleh Jubilee : Seluruh lapisan masyarakat, kampus-kampus (mahasiswa), sekolah-sekolah (siswa), keluarga, kalangan profesional, dll.
  • Penginjilan biasanya dilakukan pada kawasan Simpang Lima Semarang, mall-mall, kampus-kampus, ataupun ditempat-tempat lain.
  • Jemaat yang di mulai dengan 12 orang, sekarang telah berkembang menjadi ± 200 orang.
  • Nama Jubilee diambil bertepatan dengan 50 tahun kemerdekaan negara RI.
  • Tempat ibadah awal yaitu di jl. Cempolo Rejo Raya No. 33, kemudian mengalami beberapa kali perpindahan, yakni ke Gedung Golkar, kemudian ke Telomoyo (khusus Youth Meeting) dan Gombel (untuk Pertemuan Minggu Raya),Jl. Dr.Wahidin No.68 dan yang terakhir dan yang masih ditempati hingga sekarang : Di Hotel Bukit Asri Semarang (untuk Pertemuan Minggu Raya) dan di Jl.Gombel Permai VII No.176A Semarang(untuk Pertemuan Doa).
  • Tercatat melalui SK. Dirjen Bimas Kristen Protestan Departemen Agama R.I No.12 Tanggal 27 Januari 1988. Terdaftar pada : Ditjen SOSPOL DEPDAGRI No. 1934/DPM/SOS?1987 Tanggal 23 Juni 1987.
  • Tujuh alasan menjangkau kampus :
    1. Kampus adalah tempat para pemimpin masa depan dididik.

    2. Kampus adalah tempat dimulanya berbagai pergerakan penting dalam sejarah. Contoh paling segar, mahasiswalah yang memelopori gerakan reformasi di Indonesia. Hampir setiap pergerakan, entah baik atau buruk, dimulai oleh kaum muda, dan biasanya dimulai di kampus.

    3. Nilai-nilai yang berkembang di kampus akan mempengaruhi nilai-nilai yang berkembang di tengah-tengah masyarakat pada umumnya.

    4. Kampus adalah tempat tersedianya banyak sumber daya manusia (anak muda) yang siap untuk dilatih. Enam puluh persen penduduk dunia adalah kaum muda (Yogyakarta saja, misalnya, setiap tahunnya menanmpung tidak kurang dari 60.000 mahasiswa pendatang).

    5. Kampus itu seperti kota kecil. Kalau kita menjangkau kampus, kita akan belajar bagaimana cara menjangkau kota, propinsi, kemudian bangsa-bangsa. Bila mahasiswa Kristen belajar memegang kepemimpinan kampus, mereka pun setelah lulus akan belajar untuk memimpin perusahaan, kota, propinsi, dan bangsa-bangsa.

    6. Pendidikan tidak netral. Ia akan menyebabkan orang menghormati Tuhan dan prinsip-prinsipnya, atau sebaliknya, mengabaikan dan meninggalkannya.

    7. Tuhan berjanji akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, dan anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan-Nya akan bernubuat (Yoel 2:28). Anak-anak-Nya – banyak di antaranya berada di kampus – inilah yang akan memberitakan Injil dan mengubah masyarakat.

    Comments are closed.