Pilihlah yang sempurna dan murni

Ketika saya datang dan melihat wajah jemaat  Jubilee,  saya  jadi  ingat  tahun 1995.  Kemarin  waktu  perayaan  ulang tahun  Darwin  dan  Jubilee,  saya  melihat Darwin  adalah  orang  yang  setia.   Dia tidak  meninggalkan  apa  yang  Tuhan taruh  sejak  mulanya  dan  terus memegang  akar  atau  dasarnya sehingga  saya  percaya  Tuhan  akan membuat  ledakan  dalam  hidupnya. Seperti  itulah  orang  yang  berjalan bersama-sama dengan Tuhan. Jika kita berjalan dengan Tuhan kadang-kadang kita  tidak  terlalu  banyak  memakai  pengetahuan  kita.   Tuhan  itu melihat  hati  kita.   Sama  seperti  ketika  kita  melihat  seseorang. Jangan  melihat  kekurangannya  meski  dia  memiliki  kekurangan. Lihatlah apakah ada Tuhan di situ. Jika Tuhan ada, artinya Tuhan
ingin  bekerja.   Apabila  kita  masih  memakai  aturan -aturan  kita, misalnya  berpikir  dia  aneh,  seperti  ini,  seperti  itu,  ingatlah  siapa kita  sehingga  kita  bisa  menghakiminya.   Kita  tidak  bisa menghakimi  orang  dan  lihat  bahwa  ada  Tuhan  di  situ.   Itulah
cara kerja Tuhan yaitu kita mengikuti Tuhan dan bukan kita yang mengatur  Tuhan.   Kita  akan  belajar  bagaimana  seharusnya  kita berjalan  bersama  dengan  Tuhan.   Hal  inilah  yang  menentukan keberhasilan kita dalam berjalan bersama dengan Tuhan. Tuhan tidak  pernah  mencari  kesuksesan,  tapi  Dia  mencari  ketaatan. Orang yang taat pasti sukses, tapi orang yang sukses belum tentu taat. Ukurannya bukan dari kesuksesan, tapi ketaatan. Kita juga menilai manusia bukan dengan ukuran manusia tapi Kristus (2 Kor 5:16).

Mari  kita  baca  1  Yohanes  2:1.   Ayat  ini  bukan  berarti  kita boleh berbuat dosa. Malahan sebaliknya dikatakan kita jangan berbuat dosa. Di kitab Ulangan pasal 30, dikatakan pilihlah hidup atau mati, berkat atau kutuk. Pertanyaannya, Saudara mau pilih
yang mana? Pastinya kita memilih berkat dan hidup. Mana ada yang mau memilih kutuk dan mati. Berarti dengan kata lain kita
tidak punya pilihan karena kita pasti  maunya memilih hidup dan berkat. Di Perjanjian Lama dikatakan seperti itu (seolah-olah ada
pilihan), tetapi di Perjanjian Baru dikatakan dengan jelas jangan berbuat  dosa  (tidak  ada  pilihan).   Kalaupun  ada  yang  berbuat
dosa ada jalan keluarnya, tapi tetap  saja itu bukan pilihan boleh berbuat dosa atau tidak. Biasanya  orang  kalau  ditanya  mengenal  Allah  pasti  semua menjawab  ya,  tapi  siapa  yang  melakukan  perintah  Allah  tidak semua menjawab ya (1 Yoh 2:3-4). Kita bisa berkata mengenal Tuhan, tapi kita harus  tahu bahwa orang yang mengenal Tuhan adalah  orang  yang  melakukan  perintah-Nya.   Jika  Saudara berkata  mengenal  Tuhan,  tapi  tidak  melakukan  perintah-Nya berarti  dua  kali  Saudara  tertipu  yaitu  Saudara  adalah  pendusta dan  tidak  ada  kebenaran.   Kemudian  di  1  Yohanes  2:5  ada tertulis  kasih  yang  sempurna  berarti  kasih  itu  ada  beberapa macam.   Ada  kasih  dan  kasih  yang  sempurna.   Saudara  bisa memiliki  kasih,  tapi  belum  tentu  sempurna.   Jadi,  pilihan  kita bukan lagi  kasih  atau  tidak mengasihi,  bukan lagi  berdosa  atau tidak  berdosa,  bukan  lagi  hidup  atau  mati,  bukan  lagi  berkat atau  kutuk,  tapi  sekarang  pilihan  kita  adalah  kasih  atau  kasih yang  sempurna.   Tuhan  Yesus  datang  untuk  memberi  hidup, hidup  yang  berkelimpahan.   Ada  hidup  dan  hidup  yang berkelimpahan,  ada  sukacita  dan  sukacita  yang  penuh.   Di dalam  Yohanes  16:20-24  ada  tertulis  sukacita  dan  penuh sukacita.   Berbeda  antara  sukacita  dengan  penuh  sukacita. Tidak  ada  yang  bisa  mengambil  sukacita  kita,  tapi  tidak  hanya berhenti  di  situ  saja.   Dikatakan  mintalah  maka  kamu  akan menerima,  tetapi  sampai  sekarang  kamu  belum  meminta, mintalah supaya penuhlah sukacitamu. Kita bisa mendapatkan kasih, sukacita, hidup, anugerah, tapi kalau masih ada ketakutan berarti kita masih belum memiliki kasih yang sempurna. Kasih  yang  sempurna  melenyapkan  ketakutan.   Kita  bisa mempunyai kasih, tapi kalau masih ada ketakutan atau keraguan berarti  itu  tidak  sempurna.   Saudara  bersukacita,  tapi  memiliki kefrustasian,  amarah,  kekesalan,  kekecewaan,  kepahitan,  itu artinya Saudara mixed  (campur).  Mixed  (campur) itu berbahaya karena mixed membuat hidup tidak bisa berbuah. Kita tidak bisa mixed.   Kita  harus  melewati  kedewasaan  dan  ketaatan. Prosesnya  tidak  ada  jalan  pintas  atau  jalan  potong,  tidak  bisa dipercepat, tapi bisa diperlambat. Jangan salahkan Tuhan atau orang  jika  ada  masalah.   Kadang-kadang  waktu  memuridkan orang  kita  ada  masalah  dengan  dia.   Namun  apabila  kita berjalan  bersama  dengan  Tuhan  maka  kita  tidak  melihat orangnya.   Saya  suka  melihat  acara  TV  kabel  Dog  Whisperer dengan  pemandu  acaranya  Cesar  Millan.   Itu  adalah  acara televisi  tentang  anjing.   Di  situ  saya  perhatikan  yang  sering bermasalah adalah orangnya bukan anjingnya.  Serigala disebut social  animal,  jadi  mereka  suka  hidup  berkelompok.   Di  dalam kelompok  itu  pasti  ada pemimpinnya.   Ketika  ada  anjing  masuk ke rumah kita ada dua hal yang bisa terjadi yaitu anjing itu jadi pemimpinnya  atau  kita  yang  jadi  pemimpinnya.   Kalau  anjing yang  menjadi  pemimpinnya  maka  anjing  itu  akan  menjadi  liar. Dan  apabila  anjing  itu  kita  atur  lalu  lari  berarti  anjing  itu  belum tunduk.   Sama  halnya  dengan  jemaat,  jika  masih  ada  jemaat yang kadang muncul, kadang tidak muncul dalam selgrup atau ibadah  berarti  itu  namanya  belum  tunduk.   Kembali  tentang anjing.   Jika  ada  anjing  yang  dikejar,  lalu  dia  mau  duduk  tapi telinganya  masih  menekuk  ke  depan  berarti  dia  belum  tunduk. Itu artinya dia menunggu kalau-kalau ada kesempatan dia akan lari.   Kadang  ada  orang  yang  sama  seperti  itu.   Kelihatannya tunduk, tapi sebenarnya dia menunggu waktu yang tepat untuk lari. Kemudian jika badan anjing itu melengkuk dan telinganya ke belakang, baru itu artinya dia sudah tenang dan mau menerima kepemimpinan itu. Setelah itu, badan anjing akan gemetar dan artinya  dia  sedang  mengalami  transformation  of  mind(perubahan  cara  pikir).   Itulah  perubahan  cara  pikir.   Bukan hanya  menambah  pengetahuan.   Dari  hidup  yang  seenaknya sendiri  berubah  menjadi  hidup  yang  menunggu  apa  yang menjadi  perintah  Tuhan.   Saudara  jangan  berpikir  jika  sudah mengikuti  banyak  seminar  berarti  Saudara  sudah  berubah.   Itu salah.
Saudara  bisa  berkata  memiliki  kasih,  tapi  masih  ada  ketakutan. Saudara  bersukacita,  tapi  masih  ada  kepahitan  dan
kekecewaan, itu namanya campur (mixed). Saul kelihatan lebih baik  daripada  Daud.   Dia  tidak  membunuh  panglimanya,  tapi
mengapa  dia  menyembah  berhala  lain?   karena  dia  mixed (campur).   Itulah  dosa  Saul  yaitu  dia  mixed.   Tuhan  juga  begitu
marah  kepada  Yehuda  lebih  daripada  Israel  karena  Yehuda mempunyai  ikatan  dengan  Tuhan  tapi  mereka  masih
menyembah  berhala.   Mixture  (percampuran)  memperlihatkan kita memiliki Tuhan dan berhala dalam hidup kita.  Ada  sesuatu
yang lain yang lebih kita utamakan daripada Tuhan. Lebih baik kita dingin atau panas karena jika kita suam-suam kuku maka kita
akan  dimuntahkan.   Kita  tidak  akan  kuat  melawan  musuh, penyakit,  dsb  karena  ada  mixture  (percampuran)  itu.   Kalau
mixture  itu  hilang  maka  kita  tidak  akan  ada  berita  buruk  lagi, yang  ada  hanya  berita  baik.   Kemurnian  membuat  kita  mudah untuk  mendengar  atau  melihat  Tuhan.   Namun  kekristenan zaman  sekarang  banyak  yang  mixture.   Padahal  seharusnya yang  ada  di  dalam  hati  kita  hanyalah  Tuhan.   Jika  seseorang mengasihi dunia ini maka kasih Bapa tidak ada pada orang itu. Isi  dari  dunia  ini  adalah  keinginan  mata,  keinginan  daging,  dan keangkuhan hidup. Yesus pernah memberi suatu perumpamaan tentang tanah. Ada tanah berbatu, tanah di pinggir jalan, tanah semak  belukar,  dan  tanah  yang  subur.   Kita  pasti  bukan  tanah berbatu  atau  tanah  di  pinggir  jalan  karena  waktu  kita mendengar  firman  Tuhan  kita  percaya.   Jadi  dengan  kata  lain kita sekarang ada di bagian tanah semak belukar atau tanah yang subur. Saya tahu kita belum mencapai pada tanah yang subur karena tanah yang subur pasti sudah berbuah 30, 60, dan 100  kali  lipat.   Oleh  karena  itu,  kita  rata-rata  berada  di  tanah yang  memiliki  dua  benih  yaitu  benih  firman  Tuhan  dan  benih semak belukar. Apa itu semak belukar? Semak belukar adalah keinginan-keinginan yang lain seperti kekuatiran hidup dan tipu daya  kekayaan.   Ini  yang  membuat  kita  ingin  mengejarnya,
tapi ketika kita mengalami  transformation of mind  (perubahan cara  pikir)  maka  kita  akan  tenang  dan  mendengar  Tuhan.
Kekuatiran hidup dan tipu daya kekayaan adalah benih yang harus kita buang. Semisal kalau kita harus menderita dalam waktu 10 atau 15 tahun apa salahnya? Kalau memang itu waktu dimana Tuhan mau membersihkan kita. Yang terpenting adalah kita di dalam
kehendak  Tuhan,  kita  murni  dan  bersih.   Ada  suatu  contoh, seseorang melihat sedikit air dalam gelas dan berkata itu masih
ada. Sedangkan orang lainnya melihat dan berkata itu sudah habis.   Faktanya  sama,  tapi  mengapa  ada  dua  pendapat yang  berbeda.   Kita  bisa  melihat  bahwa  yang  membentuk realitas sebenarnya bukan apa yang kita lihat, tetapi apa yang ada di dalam kita.    Jika di dalam kita murni maka hal positiflah yang kita lihat (seperti apa yang Tuhan lihat), tapi kalau yang di dalam  kita  banyak  “kotoran”  maka  hal  negatiflah  yang  akan keluar.   Dengan  kemurnian  kita  akan  mudah  melihat  Tuhan sebab  janji  Tuhan  ya  dan  amin.   Jangan  takut  melewati kesulitan  karena  yang  terpenting  kita  bersama-sama  dengan Tuhan.

Eriel Siregar

This entry was posted in Kotbah Minggu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.