Kerajaan Tuhan

Minggu ini ada orang-orang yang dibaptis dan kita akan melihat mengapa mereka dibaptis.  Kita akan membaca ayat di mana dalam Perjanjian Lama tidak ada.  Ayat itu merupakan perintah bagi kita semua.  Awalnya dari para rasul dan akhirnya sampai kepada kita.  Ayat tersebut adalah Matius 28:18.  Tuhan sudah memberikan kuasa di sorga dan di bumi dan hal ini tidak ada dalam Perjanjian Lama.  Kuasa itu diberikan kepada jemaat-Nya (Matius 16:18).  Jemaat bukanlah organisasi gereja.  Jemaat adalah kumpulan orang-orang yang bertobat dilahirkan kembali dan dibaptis.  Mungkin dulu beberapa dari kita ada yang sudah dibaptis, tetapi itu hanya menjadi anggota gereja.

Di dunia ini kita perlu memiliki iman, tetapi iman yang bukan hanya untuk menang terhadap suatu keadaan, melainkan iman untuk bertemu dengan Tuhan dan terus bersama dengan Tuhan.  Mengapa ada orang yang mengundurkan diri?  Karena dia tidak terus beriman untuk berhubungan dengan Tuhan.  Ada sebuah contoh.  Seumpama Saudara mempunyai teman.  Tentunya hubungan pertemanan itu harus dijaga terus karena hubungan itu bisa putus.  Saudara perlu memiliki iman supaya hubungan itu tidak putus.  Kemudian yang jadi masalah adalah ketika dalam pertemanan itu muncul orang lain yang lebih baik.  Pertemanan itu bisa jadi tidak dekat lagi karena ada orang lain yang lebih dekat.  Sama halnya dengan hubungan kita kepada Tuhan.  Kita tahu bahwa ada Iblis di dunia ini.  Dan yang menjadi masalah adalah kita sudah dilahirkan kembali dan keluar dari pengaruh Iblis, tetapi Iblis selalu berusaha mempengaruhi kita.  Iblis pasti akan berkata bahwa ada yang lebih baik.  Demikian juga ketika Saudara ada dalam hubungan yang tidak benar.  Lalu datanglah seseorang yang berusaha memberitahu Saudara bahwa itu tidak benar dan ia berusaha mengeluarkan Saudara.  Tidak hanya mengeluarkan, tetapi ia menjadi saudara (keluarga).  Namun yang memberi pengaruh jahat akan terus berusaha menarik Saudara untuk kembali.  Ingat bahwa kita sudah diberikan kuasa (Mat 16:19).  Mat 28:19 Tuhan sudah memberikan kuasa untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat 28:19).  Hal ini tidak ada dalam Perjanjian Lama.  Namun Iblis tidak tinggal diam.  Ia akan berusaha menarik lagi dan mengganggu lagi.  Kita pergi memberitakan Injil tidak hanya berbicara tentang pertobatan, tapi kita mengeluarkan atau merampas orang dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.  Kita membawa orang masuk dan mendapatkan kerajaan Tuhan

Apa itu kerajaan Tuhan?  (Kis 1:2-3).  Kita tidak hanya mendapatkan kerajaan Tuhan, tapi kita juga memberitakannya.  Dahulu kita dalam kerajaan kegelapan, tapi sekarang kita dalam kerajaan terang sehingga kita juga memberitakan kepada orang-orang supaya mereka yang ada di dalam kerajaan kegelapan berpindah ke dalam kerajaan terang.  Selama 40 hari Yesus terus mengajarkan tentang kerajaan Tuhan.  Kerajaan Tuhan itu roh sehingga tidak kelihatan.  Kalau gedung gereja bisa dilihat dan itu bukan kerajaan Tuhan.  Sama halnya dengan Tuhan, Ia juga adalah Roh.  Zaman sekarang orang jarang berbicara tentang kerajaan Tuhan.  Kerajaan Tuhan digantikan dengan gedung gereja.

Di Kisah Para Rasul 1:4-5, murid-murid Yesus tidak boleh pergi dari tempat itu karena janji Bapa akan terjadi di situ.  Namun di ayat 6, murid-murid-Nya masih memikirkan diri sendiri (menanyakan pemulihan kerajaan Israel).  Mereka berpikir Yesus berbicara hanya untuk orang Yahudi.  Yesus sudah berkotbah selama 40 hari, tapi mereka masih memikirkan kerajaan Israel.  Lalu di ayat 7, Yesus menjawab bahwa mereka tidak perlu tahu masalah itu karena itu urusan Bapa.  Yang terpenting adalah jika Roh Kudus turun maka kita akan berkuasa dan menjadi saksi.  Kalau kita mengaku orang Kristen, percaya Roh Kudus, tapi tidak ada kuasa, apa artinya itu?  Orang yang mempunyai Roh Kudus pasti mempunyai kuasa dan pasti bersaksi.  Namun kuasa itu tidak gampangan.  Murid-murid Yesus saja harus menantikan sampai janji Bapa turun.  Dan waktu itu terjadi mereka menjadi berbeda.  Di Lukas 24:49 juga dikatakan bahwa mereka harus menantikan kuasa dari tempat tinggi.  Jadi sebelum menerima kuasa itu, mereka tidak ada apa-apanya meski sudah bersama-sama dengan Yesus dan sudah melihat mukjizat.  Namun setelah mereka menerima kuasa mereka bisa menyatakan bahwa apa yang mereka ikat di bumi akan terikat di sorga.  Demikian juga dengan kita, apa yang kita nyatakan di bumi, itu juga akan terjadi di sorga.

Apa kuasa itu bertentangan dengan ayat di Matius pasal 6 tentang hal berdoa?  Kita bisa berpikir sudah mempunyai kuasa, tapi mengapa masih berdoa?  Berdoa itu mengingatkan kita bahwa kuasa sudah ada pada kita.  Mengapa harus diingatkan?  Karena ada Iblis.  Dia terus berusaha menarik kita kembali kepadanya.  Namun Tuhan sudah memberi kuasa untuk melawan Iblis.

Ada seorang hamba Tuhan yang menjangkau orang-orang dengan

 

 

 

memberikan nilai-nilai Kristen melalui suatu usaha koperasi.  Itu bukan cara yang salah, tapi ia tidak pernah memberitakan Injil kepada mereka.  Kita harus tahu bahwa nilai-nilai Kristen tidak akan bisa membuat orang menjadi anak Tuhan.  Kebanyakkan kekristenan hanya sampai di situ saja.  Kita bisa melihat contohnya dalam cerita 10 orang kusta di Lukas 17:11-19.  Orang-orang kusta itu berkata “kasihanilah kami” kepada Yesus berarti mereka sudah pernah mendengar tentang Yesus.  Mereka benar-benar berseru dan meminta.  Namun Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka di situ, tapi mereka malah disuruh pergi ke imam.  Kemudian mereka ikuti perkataan Yesus.  Setelah sembuh, seorang dari mereka kembali sambil memuliakan Tuhan.  Lalu Yesus bertanya mana yang 9 orang lainnya?  Ia memperhatikan berapa orang yang sembuh.  Apakah iman ke sembilan orang itu menyembuhkan mereka?  Ya, tetapi hanya sampai di penyakit saja dan bukan sampai bertemu dengan Yesus.  Kita bisa menyampaikan nilai-nilai Kristen kepada orang-orang, tapi kita tidak pernah memberitakan tentang kerajaan-Nya.  Dalam Matius 6:33 dikatakan “carilah dahulu kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya…”.  Yesus tidak pernah berkata “carilah nilai-nilai Kristen”, tetapi dalam kerajaan Tuhan pasti ada nilai-nilai Kristen.  Sekarang Iblis menipu dengan memberikan nilai-nilai Kristen, tapi tanpa ada kerajaan Tuhan.  Ingat, Hawa ditipu oleh Iblis dengan dibuat lebih bagus kata-katanya (jangan makan ditambah ada kata-kata jangan meraba).  Kita sebagai orang-orang yang dalam kerajaan Tuhan tidak hanya mempunyai nilai Kristen, tapi juga memberitakan kerajaan-Nya.  Orang tidak akan bertemu dengan Tuhan jika kita tidak memberitakannya.

Mencari kerajaan Tuhan bukan masalah harus lakukan ini-itu dulu atau menjadi kudus dulu.  Yang terpenting adalah apabila kerajaan itu datang maka semuanya akan ditambahkan.  Mari lihat doa Bapa kami.  Orang yang di dalam kerajaan Tuhan adalah orang yang intim dengan Bapa.  Dia pasti adalah anak Tuhan sehingga dia menyebut Bapa kami.  Kita hanya bisa memanggil Bapa kalau kita anak.  Bapa tidak akan mendengar kalau dia bukan anak.  Kemudian dalam doa Bapa kami ada tertulis “datanglah kerajaan-Mu” maksudnya dalam doa kita harus memastikan bahwa kerajaan Tuhan datang.  Setiap hari harus pastikan karena hari ini berbeda dengan hari kemarin.  Kalau ketemu dengan kerajaan Tuhan maka semuanya akan ditambahkan.  Kalau tidak ketemu ya tidak ditambahkan.  Semuanya memang harus ada dasarnya.  Lihat visi jemaat yang pertama adalah keintiman dengan Kristus.  Kita juga harus intim dengan kerajaan Tuhan.  Dengan kehendak-Nya pun kita harus intim supaya kita tidak lupa karena semua keintiman menghasilkan anak.  Kemudian dalam doa Bapa kami ada tertulis “berilah makanan kami yang secukupnya”.  Kita perlu memastikan bahwa kita tidak kelebihan supaya kita intim dengan hal-hal di sorga.  Di dunia ada kelebihan dan kekurangan, tetapi di sorga tidak ada.  Oleh karena itu, kita diberi kuasa untuk hidup di dunia.  Kalau di sorga tidak perlu ada kuasa.

Mari kita lihat di 1 Yohanes 5:1-4.  Yesus disebut juga Kristus artinya yang diurapi.  Dan Yesus menyuruh kita untuk menerima urapan yang sama, itulah yang disebut percaya.  Yesus diurapi dan kita juga diurapi untuk memberitakan Injil, membawa orang dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, dan mengalahkan si Iblis.  Orang yang melakukan perintah Tuhan dialah yang mengasihi Tuhan.  Jika tidak melakukan ya tidak mengasihi.  Lihat kembali visi Jubilee.  Yang pertama adalah keintiman, baru memenangkan jiwa.  Di atas sudah dikatakan bahwa keintiman membuat kita menghasilkan anak.  Intim juga menghasilkan iman.  Sebenarnya iman itu mudah sekali kalau kita dekat dengan Tuhan.  Iman membuat kita berani dan juga membuat kita bisa memberitakan Injil kepada orang.  Keintiman yang paling besar adalah bertemu dengan Tuhan dan pemberian Tuhan yang paling besar adalah Roh Kudus.  Semuanya akan ditambahkan yaitu materi atau perihal masa depan kalau kita beriman.  Hasil kesemuanya itu karena kita intim dengan Tuhan.

Semua manusia yang lahir dari perempuan dan dari keinginan seorang laki-laki tidak ada yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis (Mat 11:11).  Namun yang terkecil dalam kerajaan Tuhan lebih besar dari Yohanes Pembaptis.  Rahasia kemenangan kita adalah karena kita di dalam kerajaan Tuhan.  Oleh karena itu, kita harus dilahirkan kembali supaya kita dapat melihat kerajaan sorga.  Kita harus dilahirkan dari air dan roh supaya kita masuk dalam kerajaan sorga.  Kemudian apabila kita melakukan kehendak Tuhan, itu namanya kita empunya kerajaan Tuhan.  Kita bisa mengajak orang untuk intim dengan Tuhan kalau kita juga intim dengan Tuhan.  Kembali lagi, caranya intim dengan Tuhan yaitu dengan dilahirkan kembali.

This entry was posted in Kotbah Minggu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>