Achiever dan Mediocre

Pada kotbah kali ini kita akan belajar untuk mengendalikan diri.  Mari kita lihat terlebih dahulu perbedaan antara achiever dan mediocre.

Daud bisa jatuh ke dalam dosa karena ia di luar kendali.  Pada waktu itu, Daud tidak berperang padahal biasanya ia berperang.  Karena Daud melakukan sesuatu yang tidak biasa ia lakukan, maka ia jatuh.  Daud tidak fokus pada hal yang seharusnya ia fokus.

Setelah kita melihat tabel di atas, kita harus tahu siapa diri kita: achiever atau mediocre?  Pada nyatanya kita sering di bagian kanan (mediocre).  Itu artinya kita sudah di luar kendali karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa.  JIka kita ada di bagian kanan maka hidup kita di dunia ini selalu kalah.  Seharusnya kita bisa mendapatkan banyak berkat, tapi kita hanya mendapat sedikit.  Namun Tuhan menginginkan kita di bagian kiri yaitu achiever.  Kalau kita ada di bagian kiri, artinya kita bisa mengendalikan hidup kita dan kita akan bahagia.

Hal yang di luar kendali contohnya adalah cuaca.  Sedangkan di dalam kendali adalah emosi, perasaan, dan keadaan.  Jangan fokus pada hal-hal yang di luar kendali.  Fokuslah pada sesuatu yang bisa dikendalikan maka kita akan bahagia.  Yosua dan Kaleb bisa memasuki tanah perjanjian karena mereka fokus dan di dalam kendali.  Kita harus mengetahui di mana posisi kita.  Kalau kita adalah mediocre, sadari dan berubahlah.  Jangan berusaha menutupi kalau memang kita mediocre.  Lebih baik menyadari supaya bisa berubah.

Tuhan memberikan Roh Kudus dan karunia-karunia roh kepada orang-orang yang bertobat dan dilahirkan kembali.  Berarti kita sudah memiliki karunia roh itu dan kita harus menggunakannya.  Karunia roh diberikan untuk kepentingan bersama (1 Kor 12:7-11).  Bukan untuk mencari muka atau uang, tetapi untuk sesuatu yang mulia.  Ada karunia hikmat supaya kita tahu mana yang benar dan salah.  Salomo dikaruniakan hikmat yang luar biasa oleh Tuhan.  Itu terlihat ketika ia mengatasi masalah tentang 2 ibu yang memperebutkan 1 anak.  Hikmatnya terlihat gila karena ia menyuruh untuk memotong anak itu, tapi itu dari Tuhan.  Akhirnya dari situ bisa diketahui mana ibu yang sesungguhnya.  Kita perlu mempelajari hikmat-hikmat yang belum ada yaitu hikmat yang berasal dari roh.  Akan ada hikmat baru dari Tuhan yang belum ada di Alkitab.  Itu akan diberikan atau dikaruniakan kepada kita.

Kemudian dari Roh yang sama memberikan iman juga.  Ada iman yang berasal dari Roh dan ada yang tidak.  Contoh iman yang bukan dari roh, Saudara yakin bahwa Saudara akan menang dalam permainan pingpong karena secara pengalaman Saudara memang lebih hebat dari lawan Saudara.  Lalu Roh juga memberikan kuasa kepada kita dan masih banyak karunia roh yang lainnya.  Semuanya diberikan kepada kita dan bukan untuk khusus-khusus, maksudnya satu orang hanya memiliki karunia hikmat, satunya lagi hanya karunia bahasa roh, bukan seperti ini.  Di mana kita membutuhkan hikmat ya hikmat yang muncul, iman ya iman, kuasa ya kuasa.  Tepat sesuai dengan yang kita butuhkan.  Yang terpenting di sini yaitu kita mengalami karunia-karunia roh ini, bukan sekedar belajar teologinya saja.  Selain itu, kita jangan sampai lupa bahwa karunia roh hanya diberikan waktu Roh Kudus diberikan.  Dan karunia ini untuk kepentingan bersama

This entry was posted in Kotbah Tengah Minggu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>