Cara Pikir yang Berbeda

Darwin Egan LontohKita dulu biasanya kalau disuruh membaca Alkitab, yang paling jarang kita baca adalah kitab Wahyu karena kitab tersebut sulit dimengerti kecuali diwahyukan atau dibukakan oleh Tuhan.  Sebenarnya di kitab Wahyu banyak bicara tentang pemenang.  Kita harus menjadi orang yang menang di dunia ini.  Perasaan yang paling enak adalah menang.  Namun kita tidak bisa menyangkal kalau di dunia ini ada kepiluan atau kesedihan.  Tuhan pun bisa pilu hati-Nya karena manusia tidak melakukan apa yang Ia perintahkan.  Itu menunjukkan bahwa Tuhan mengasihi manusia karena Ia tidak diam saja ketika manusia tidak melakukan perintah-Nya.  Sama halnya dengan kita.  Kita menegur seseorang karena kita peduli kepadanya.  Kita juga memberitakan Injil kepada banyak orang karena kita mengasihi mereka.  ada dua hukum terutama yang tertulis di Alkitab.  Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu.  Kita bisa memiliki kasih karena Tuhan yang memberikan dan kita harus meminta kepada-Nya, mengapa?  karena manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan (Roma 3:23).Di Wahyu 17:14 tertulis bahwa orang-orang yang bersama-sama Dia akan menang yaitu mereka yang terpanggil, yang dipilih,  dan yang setia.  Kita tahu banyak orang yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih , dan lebih sedikit lagi yang setia.  Memang ada suatu proses.  Tidak hanya berhenti sampai dipanggil, tapi sampai ke setia.

Saya banyak membaca buku tentang motivasi.  Para motivator bisa sukses tanpa harus mengenal Tuhan karena mereka mengenali dirinya dan tahu tentang kehidupannya ini.  Tidak salah dengan hidup mereka karena memang Tuhan memberikan berkat untuk semua orang. Bukan hanya kepada orang yang mengenal Tuhan.  Oleh karena itu, jangan heran kalau ada orang Budha atau Islam hidupnya berhasil karena memang Tuhan mengasihi semua orang.  Mereka bisa berhasil karena mereka mempelajari kehidupan ini.  Jika mereka malas-malasan pasti tidak berhasil.  Di Alkitab pun ada tertulis seperti itu.  Di dunia juga berlaku hukum seperti itu.  Waktu kita melanggar hukum seperti melanggar lampu lalu lintas, pasti ada perasaan tidak enak meski hanya beberapa detik saja.  Namun semakin lama perasaan tidak enak itu tidak ada lagi karena sudah menjadi kebiasaan.  Hal itu menjadi tidak bermasalah bagi seseorang sama seperti orang yang melakukan dosa.

Bicara hati sebenarnya berbicara bagaimana cara kita berpikir.  Kalau orang sudah tidak bisa berpikir, itu bisa karena ia sedang koma atau gila atau gegar otak ringan.  Dari gegar otak ringan saja orang bisa tiba-tiba lupa ingatan atau perkataannya menjadi ngawur.  Kita perlu mempelajarinya karena kita perlu tahu kalau hal seperti itu terjadi di sekitar kita.  Segala macam penyakit bisa masuk melalui makanan.  Namun dalam firman Tuhan dikatakan hati yang gembira adalah obat.  Penyakit apapun tidak bisa masuk karena hati kita gembira.

Di kitab Kejadian 6:8 tertulis bahwa Nuh mendapat kasih karunia.  Orang bisa berpikir bahwa Nuh beruntung, tetapi dia bisa mendapat kasih karunia karena cara pikirnya berbeda.  Waktu itu Tuhan ingin membunuh semua manusia,  tapi hanya Nuh yang berpikiran berbeda.  Dari sekian banyak orang Israel yang keluar dari Mesir cuma dua orang yang bisa masuk ke tanah perjanjian yaitu Yosua dan Kaleb karena memang cara pikirnya berbeda.  Tuhan tidak memilih secara acak, Ia melihat orang yang mempunyai cara pikir berbeda.  Dari cara berpikir pun manusia bisa menyimpang atau bisa ditipu seperti Hawa.  Maka dari itu, apa yang dipikirkan manusia pasti bisa terjadi entah itu positif maupun negatif.  Namun seringnya yang lebih cepat adalah hal negatif karena manusia suka memilih yang negatif dan sedikit yang memilih positif.

Alkitab sebenarnya banyak berbicara tentang bagaimana berpikir.  Nuh mendapat kasih karunia karena ia mentaati perintah Tuhan.  Ia harus membuat bahtera padahal tidak ada hujan dan membuatnya di atas gunung.  Itu sesuatu yang gila.

Dari awal Tuhan sudah berkata beranakcucu.  Kalau dalam bahasa Inggrisnya be fruitful yang artinya berbuahlah.  Sebenarnya kebahagiaan kita di dunia ini bukan karena uang, tapi karena orang lain juga mendapatkan apa yang kita miliki.  Sebaliknya kesedihan paling besar dari orang tua di dunia ini adalah ketika melihat anaknya gagal.  Dalam kitab Kisah Para Rasul 13:22 dikatakan bahwa Daud adalah seorang yang berkenan di hati Tuhan.  Bicara hati adalah bicara cara pikirnya. Pertama Daud seorang yang berkenan dan kedua ia melakukan kehendak Tuhan.  Kalau ada sesuatu yang sampai di hati berarti hal itu dipikirkan terus-menerus.  Di Bilangan 14:24 tertulis Kaleb mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati (wholeheartedly).  Seperti contohnya waktu kita jatuh hati pada seseorang.  Pikiran kita hanya tentang dia dan kita hanya mau menyenangkan dia.

Daud sudah berkenan di hati Tuhan, tapi masih bisa jatuh ke dalam dosa.  Itu karena pemikirannya.  Namun, Yesus bisa menunjukkan sesuatu berbeda (Roma 8:1-3).  Yesus membuktikan bahwa Ia menang sehingga kita pun bisa menang.

Dalam terjemahan versi King James ayat tersebut tertulis, orang yang tidak berjalan menurut daging, tapi roh.  Mengapa roh?  karena rohlah yang memberi hidup.  Oleh karena itu, orang yang dilahirkan kembali cara pikirnya berbeda.  Mengapa Daud dan Nuh berbeda? Karena mereka memiliki karakter seorang achiever.  Semua pahlawan iman adalah achiever.  Menyembah Yesuspun harus ada sasarannya.  Tidak hanya asal menyembah.  Seperti pohon kalau tidak berbuah pasti ditebang.  Yesus mengutuk pohon ara karena tidak berbuah.  Lalu sekarang jika Saudara mendapati diri Saudara bukanlah achiever tapi mediocre maka kembalilah kepada Tuhan.  Orang yang mediocre tidak akan bisa menjadi terang dan garam bagi dunia.  Namun pada nyatanya mediocre lebih banyak daripada achiever.  Lihat diri Saudara.  Saudara seorang achiever atau mediocre?

Apabila kita semua ingin berubah dan berpikiran serta berjiwa besar ada 3 hal yang harus kita lakukan.

1. Berpikir akan sukses bukan gagal

2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang  Anda kira.

3.  Percaya suatu yang besar

Ada banyak sebenarnya talenta yang Saudara miliki, hanya saja itu terpendam.  Tuhan ingin Saudara menjadi siapa diri Saudara sebenarnya karena dari perubahan itu Saudara bisa memberkati orang lain.  Selain itu, Saudara harus percaya pada sesuatu yang besar.  Daud berkenan di hati Tuhan karena ia percaya.  Yosua dan Kaleb juga mempercayai sesuatu yang kelihatan mustahil.  Mereka melihat pada apa yang Tuhan katakan.

“For as he thinketh in his heart, so [is] he: Eat and drink, saith he to thee; but his heart [is] not with thee.” (KJV, Proverb 23:7).  Seorang motivator David J. Schwartz berkata: apa yang Saudara pikirkan jadilah Saudara seperti itu.  Mungkin Saudara bisa kelihatan luarnya bagus, tapi dalamnya gagal.  Seperti seorang pelawak, ia bisa membuat orang lain bahagia, tetapi hidupnya sendiri tidak bahagia.  Oleh karena itu, banyak pelawak lebih cepat meninggal.  Sedangkan Kaleb ketika umurnya 85 tahun berkata bahwa 45 tahun yang lalu kekuatannya tetap sama karena memang pikirannya berbeda.  Telah terbukti bahwa orang yang terlepas, hidupnya bahagia.  Hati yang gembira adalah obat.  Carilah dahulu kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan.  Orang akan melihat kita berbeda karena pikiran kita fokus ke Tuhan.  Namun mereka tidak akan pernah tahu mengapa kita berbeda kalau kita tidak memberitakan kepada mereka.  Betapa indahnya mereka yang membawa kabar baik.

Ada seseorang motivator berkata, hidup ini terasa begitu cepat karena Saudara hanya memikirkan yang kecil-kecil.  Sekarang kita merasakan bahwa tahun begitu cepat berlalu.  Mengapa?  Karena kita memikirkan yang kecil-kecil.  Seandainya kita memikirkan sesuatu yang besar maka waktu akan terasa lebih lama karena kita menikmati hidup ini.  Tuhan ingin kita hidup bahagia.  Bahagia seperti yang tertulis di Matius pasal 5.  Meski sepertinya bahagia menurut Yesus itu tidak enak bagi daging kita, tetapi bahagia yang kita alami lebih dari orang yang hanya meminta berkat-berkat saja.

Kita harus dilahirkan kembali dan dibaptis air sebagai tanda pertobatan (Roma 8:4).  Namun kemudian ada pikiran daging dan roh yang harus kita pilih.  Kita tidak bisa kompromi dengan pikiran daging karena daging selalu berhubungan dengan yang negatif.  Waktu kita bekerja keras dan melakukan yang baik (positif) maka orang lain akan diberkati.  Setiap orang harus mengenali siapa dirinya dan ketika ia mengenali dirinya maka hidupnya pun akan berhasil.  Kita sering melihat orang-orang yang tidak percaya Tuhan bisa berhasil karena mereka bekerja keras.  Hanya saja masalah keselamatan, hati mereka kosong.

Dalam Yoel 2:28-32 tertulis tentang janji Tuhan.  Orang-orang yang dipanggil Tuhan adalah orang-orang yang terlepas.  Seperti di kitab Wahyu 17:14 bahwa kita adalah orang yang dipanggil, dipilih, dan setia.  Dipanggil saja sudah terlepas, tetapi terpanggil saja tidak cukup karena Tuhan ingin memakai kita lebih yaitu untuk melakukan pekerjaan yang besar.  Orang yang baru saja dipanggil pasti terlihat merdeka, tapi masalahnya ia terus memilih merdeka atau tidak.

Mengapa kita bisa memiliki pikiran yang berbeda dari orang-orang di dunia?  Mari lihat di 1 Petrus 1:2-3.  Jawabannya karena kita telah dilahirkan kembali dan kita menjadi orang yang terlepas. Ada tujuan ketika kita menjadi orang terlepas yaitu untuk memberitakan Injil supaya orang lain juga terlepas.  Kita juga dipenuhi oleh Roh untuk menjadi taat.  Lalu hidup kita untuk menyenangkan Tuhan bukan manusia.

Kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana (1 Petrus 1:23-24).  Petrus menulis kitab ini dengan luar biasa. Ia memberi pengertian kepada banyak orang supaya mereka taat kepada Tuhan dan menjadi orang terlepas.  Namun kita tetap ada pilihan: dipanggil, dipilih, dan setia.  Marilah kita menjadi orang yang memilih dengan benar dan jadilah orang yang setia.

This entry was posted in Kotbah Minggu. Bookmark the permalink.

One Response to Cara Pikir yang Berbeda

  1. Fabulous, what a website it is! This blog presents valuable data to us,
    keep it up.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>