Harta kesayangan Tuhan

Darwin Egan LontohDi dunia ini ada dua kumpulan yang dengannya tidak akan Tuhan hancurkan perjanjian-Nya, kecuali mereka sendiri yang memilih memutuskan perjanjian itu, yaitu bangsa Israel dan gereja-Nya.  Dalam buku Derek Prince yang berjudul Restoring the Church dijelaskan bahwa Tuhan akan memulihkan bangsa Israel dan gereja-Nya.

Yang pertama adalah bangsa Israel.  Apa yang istimewa dari bangsa Israel sehingga Tuhan memilihnya?  Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan dari antara segala bangsa yang ada di muka bumi karena sebelumnya Tuhan membuat perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub atau Israel.  Dahulu bangsa Israel ingin dihabisi oleh Firaun, tetapi Tuhan selamatkan mereka dari tangan Firaun.  Beberapa lama kemudian, mereka mulai memberontak terhadap Tuhan.  Lalu mereka bertobat dan Tuhan mengampuni mereka.  Bangsa Israel kemudian membuat patung lembu dari emas dan menyembahnya sebagai tuhan mereka ketika Musa naik ke gunung menemui Tuhan (Keluaran ps.32).  Musa sampai memerintahkan dari antara orang Israel itu, yang berpihak kepada Tuhan, untuk membunuh semua orang yang menyembah patung lembu emas itu.  Berulang kali bangsa Israel tidak taat kepada Tuhan, lalu bertobat, tidak taat lagi lalu bertobat lagi.  Mengenai bagaimana bangsa Israel sekarang, hanya Tuhan yang tahu.

Kumpulan lainnya yang tidak akan Tuhan hapuskan perjanjian yang Ia buat dengan mereka adalah gereja-Nya.  Dalam Kitab Wahyu dikatakan Tuhan berfirman kepada jemaat- Nya, Tuhan ingin gereja-Nya bangkit!  Tuhan ingin memulihkan gereja-Nya.  Namun jika para pemimpin gereja-gereja tidak mengajar sesuai kebenaran, bagaimana Tuhan bisa memulihkan gereja-Nya?  Banyak gereja yang tidak percaya akan baptisan Roh atau hanya bicara berkat-berkat tapi tidak mengajarkan tentang hidup serius dengan Tuhan misalnya.

Berkali-kali dijelaskan dalam Alkitab bagaimana Tuhan ingin bangsa Israel kembali kepada-Nya.  Dalam Maleakhi 3:9-18 Tuhan memerintahkan kepada umat Israel untuk berubah dalam hal persembahan persepuluhan dan persembahan khusus.  Tuhan ingin umat Israel melakukan hal yang benar.  Jika mereka takut akan Tuhan dan  menghormati nama-Nya, mereka akan menjadi milik kesayangan-Nya!  Betapa bahagianya jika suatu bangsa menjadi milik kesayangan, harta kesayangan Tuhan.  Namun untuk menjadi harta kesayangan-Nya Tuhan, ada syaratnya yaitu harus sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan dan berpegang pada perjanjian-Nya (Keluaran 19:4-6).

Israel melambangkan gereja.  Tuhan pun ingin kita, gereja-Nya, menjadi harta kesayangan-Nya atau milik Tuhan sendiri.  Oleh karena itu kita harus mempersembahkan tubuh kita dan berubah oleh pembaharuan budi, yaitu merubah cara pikir kita agar sesuai dengan kehendak Tuhan (Roma 12:1-2).  Cara pikir yang benar salah satunya adalah tidak menyimpan dendam atau kepahitan.  Karena orang yang menyimpan sakit hati akan menimbulkan atmosfer yang tidak enak, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi orang-orang di sekelilingnya pun bisa merasakan atmosfer yang tidak enak itu.  Kita tidak mau ada yang lemah atau menyimpan kepahitan.  Karena itu jagalah hati dengan segala kewaspadaan (Amsal 4:23), jangan menjauhkan diri dari kasih karunia supaya tidak timbul akar pahit (Ibrani 12:5).

Untuk menjadi harta kesayangan Tuhan, kita harus mendengar firman dan berpegang atau melakukannya. Tidak cukup hanya dengar tapi tidak melakukannya (Lukas 6:46-49)!  Akan ada air bah dan banjir yang melanda “bangunan” yang kita bangun.  Kalau kita kuat dalam Tuhan, mendengar dan melakukan firman Tuhan, yang datang adalah air bah dan banjir.  Sedangkan kalau tidak kuat dengan Tuhan, cuma banjir saja sudah bisa menghancurkan “bangunan” yang dibangun!  Hidup kita akan ada pengujian, karena itu kita harus “menggali dalam-dalam untuk meletakkan dasar dalam mendirikan rumah”. Menggali dalam-dalam sama dengan mendengar dan melakukan firman, jadi tidak hanya dengar tapi tidak lakukan.  Banyak gereja yang tidak mau menggali dalam-dalam, mereka hanya mau melakukan apa yang enak dan sesuai bagi mereka.

Begitu pula kita, kalau kita hanya mendengar firman tapi tidak melakukan, berarti kita suam-suam kuku.  Tuhan ingin kita panas

sekalian atau dingin sekalian.  Karena kalau kita panas, mudah untuk Tuhan “panaskan” dan kalau kita dingin (tidak mendengar firman sekalian) Tuhan bisa bangkitkan.  Sedangkan kalau suam-suam kuku, susah karena ia tidak sadar dengan keadaannya.  Kalau Saudara suam-suam kuku, sadarlah dan bertobat, kembali kepada kasih mula-mula.  Seorang olahragawan tidak bisa santai-santai meskipun hanya setahun, karena ia akan ketinggalan dan susah untuk mengejar.  Dalam mengikut Tuhan, kita pun tidak bisa rileks atau santai-santai.  Supaya kita menjadi seperti gadis-gadis bijaksana (Matius 25:1-9), dan bukan menjadi gadis-gadis bodoh yang punya api tapi tidak punya minyak (karena tidak menggali dalam-dalam atau hanya mendengar tapi tidak melakukan firman Tuhan).

Dalam 1 Petrus 2:9, disebut juga bahwa kita adalah harta kesayangan Tuhan, umat kepunyaan Allah sendiri.  Menjadi milik Tuhan pun bukan berarti kita dijadikan robot.  Tuhan menghormati pilihan bebas kita, mau melakukan firman-Nya atau tidak, tapi tentu saja setiap pilihan kita ada konsekuensinya.

Kita sebagai gereja mempunyai tujuh karakteristik, yaitu sebagai majelis, tubuh Kristus, karya cipta, keluarga, bait suci, pengantin perempuan, dan tentara.  Kita perlu mengecek apakah kita sudah “menggali dalam-dalam” ketujuh hal ini.  Tuhan mau gereja-Nya menjadi harta kesayangan-Nya.  Lihatlah kasih Tuhan, sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan coba pulihkan hubungan manusia dengan Tuhan.  Tuhan begitu sabar, dengan bangsa Israel, sampai Ia kumpulkan orang-orang yang percaya kepada Anak-Nya dalam kumpulan jemaat, tubuh-Nya.  Yang perlu kita lakukan sebagai tubuh adalah hanya mengikuti Kristus yang adalah Kepala, jangan kita mencoba menjadi kepala.  Kita satu sama lain, sebagai sesama anggota tubuh Kristus, saling mendukung dan melengkapi untuk kemuliaan Tuhan.

Ketika Tuhan pertama kali bertemu dengan kita, yaitu saat kita bertobat lahir baru, Tuhan menginginkan diri kita.  Tuhan tidak menginginkan keahlian atau kemampuan kita.  ia menginginkan kitanya, hubungan dengan kita.  Sedangkan dunia sebaliknya, mereka menginginkan kita karena keahlian atau apa yang kita punya.  Nabi Samuel juga sempat salah mengira orang yang akan diurapi Tuhan menjadi raja atas Israel, karena ia melihat apa yang di dilihat mata bukan seperti Tuhan yang melihat hati (1 Samuel 16:6-11).  Namun kita tidak bisa dengan sombong mengatakan, “Hatiku baik kok.”  Bisa jadi itu pikiran kita sendiri.  Hanya Tuhan yang dapat mengetahui hati kita.

Derek Prince mengatakan bahwa Yesus yang memimpin gereja, tetapi Roh Kuduslah yang memimpin masing-masing pribadi.  Yesus berdoa agar kita satu, sebagai satu tubuh dan juga satu dengan Diri-Nya dan Bapa (Yohanes 17:1-26).  Murid-murid Yesus telah menuruti firman Tuhan (ayat 6), berarti mereka menjadi harta kesayangan Tuhan.  Yesus tidak berdoa bagi semua orang, tetapi hanya bagi murid-Nya dan orang yang percaya kepada pemberitaan Injil (ayat 9 dan 20).  Tidak semua orang Kristen dipermuliakan oleh Tuhan, tetapi hanya mereka yang mendengar dan melakukan firman.  Yesus sudah berdoa untuk kita, jadi perlindungan sudah pasti ada (ayat 15).  Yang perlu kita lakukan adalah minta keberanian untuk memberitakan Injil dan mempraktekkan tanda dan mujizat.  Dari perlindungan, Yesus bicara tentang pengutusan (ayat 18).  Kita dikuduskan, dipisahkan untuk melakukan kehendak Bapa.  Kalau kita tidak diutus, dunia tidak akan percaya.  Abraham harus diutus supaya bangsa lain mendapat berkat.  Musa diutus supaya Mesir melihat mujizat dan kuasa Tuhan.  Yesus harus diutus ke dunia dan “diadu” dengan anak-anak si jahat.  Kita hanya bisa sempurna kalau kita satu dengan Tuhan (ayat 23), dengan terus menerus menanggalkan ketidaksempurnaan kita.

Orang yang bertobat dan dilahirkan kembali pasti melakukan firman dan perintah Tuhan.  Tapi bisa terjadi antara dua hal ini: kita menggali hal-hal Tuhan atau menggali hal-hal duniawi.  Cek dan perhatikan, karena ada orang yang memilih menggali hal-hal dunia lalu tidak bisa kembali dan mendapatkan Tuhan lagi.  Terus miliki hubungan dengan Bapa.  Tidak cukup hanya jadi pengikut atau pendengar saja.  Untuk menjadi harta kesayangan Tuhan, kita harus “menggali dalam-dalam” yaitu mendengar dan melakukan perintah Tuhan.

This entry was posted in Kotbah Minggu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>