Demonstrasikan Otoritas dan Kuasa Tuhan

Kita harus menangkap pengajaran dan khotbah tidak hanya untuk menambah pengetahuan, melainkan tangkap impartasinya.  Kalau kita menangkap pengetahuannya maka akan sekedar menghasilkan percakapan, sedangkan kalau menangkap perubahan atau impartasinya maka hasilnya adalah kita bertindak, mendemonstrasikan.

Kita sering mendengar Smith Wigglesworth dapat menyembuhkan banyak orang yang sakit.  Ia memulai pelayanannya pada umur 55 tahun.  Bagaimana dengan kita?  Kita bisa melakukannya kapanpun, dimulai saat Tuhan

memberikan kuasa kepada kita.  Anda sudah memilikinya, tinggal dipraktekkan.  “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita…” (Ibrani 12:1).  Smith Wigglesworth merupakan salah satu saksi iman dalam roh, dan saksi-saksi iman itu menyemangati kita untuk menggoncangkan atau menanggalkan segala penghalang dan beban untuk kita maju dan bertindak.   Setiap orang yang dibaptis dalam nama Yesus tidak hanya dibaptis dalam nama-Nya, tapi juga dibaptis dalam otoritas-Nya.  Karena nama Yesus mengandung kuasa, kasih, dan kemuliaan karena dikatakan bahwa Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan (Kolose 1:27) dan Tuhan akan menyatakan kebaikan dan kemuliaan-Nya (Keluaran 33:14,18-19).

Berikut ini adalah salah satu demonstrasi yang dilakukan oleh Yesus dengan dilihat oleh banyak orang.   “Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan… Tetapi Yesus menghardiknya… Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar…” (Lukas 4:31-37).  Pada saat Yesus hidup di dunia, Yesus terlatih sebagai Rabi.  Yesus muncul pertama kali di Bait Tuhan saat berumur 12 tahun (Lukas 2:42) dan baru memulai pelayanan-Nya saat berumur kira-kira 30 tahun (Lukas 3:23), setelah Ia dibaptis air dan Roh Kudus.  Seorang Rabi atau Guru, ada persyaratannya dalam setiap tahapan, misalnya pada saat berumur 7 tahun setiap orang yang ingin jadi Rabi harus hapal Imamat dan umur 12 tahun harus hapal lima kitab Taurat Musa.  Hanya mereka yang memenuhi syarat dalam setiap penyaringan yang dapat menjadi Rabi.  Jadi dalam rentang usia 12 hingga 30 tahun, rentang dimana Yesus tidak diceritakan dalam alkitab, Yesus telah belajar atau dipersiapkan menjadi seorang Rabi.  Ada dua jenis Rabi, yaitu Rabi biasa yaitu ia hanya mengajarkan doktrin yang telah diterimanya atau diajarkan kepadanya; yang kedua adalah Rabi yang luar biasa yaitu yang dapat mengajarkan doktrinnya sendiri kepada orang lain.  Yesus adalah Rabi yang luar biasa.  Hal itu diteguhkan oleh Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29) dan Tuhan sendiri pada saat Yesus dibaptis (Lukas 3:22).  Doktrin yang diajarkan oleh seorang Rabi disebut ‘yoke’.  Karena itu Yesus mengatakan, “For my yoke is easy” (Matius 11:30).  Dan Yesus mengatakan bahwa ‘yoke’-Nya; doktrin atau pengajaran-Nya (atau dalam alkitab bahasa Indonesia dikatakan sebagai ‘kuk’-Matius 11:30) mudah.  Mengapa doktrin-Nya mudah?  Karena ada Roh Kudus yang memampukan kita, kalau dengan kemampuan alami kita sendiri pastilah kita tidak bisa.  Sedangkan ‘guru-guru’ yang lain memberikan doktrin yang berat, bahkan ia sendiri hanya bias mengajarkan, namun tidak sanggup untuk melakukannya.

Yesus menghardik setan dan semua orang takjub.  Biasanya Rabi hanya bisa mengajar, tapi Yesus tidak hanya bisa mengajar melainkan juga memiliki otoritas dan kuasa (with authority and power, Lukas 4:36)!!  Otoritas berbeda dengan kuasa.  Kuasa (power) artinya dunamis, mujizat, kekerasan (seperti saat Tuhan berperang dengan musuh-musuh-Nya misalnya tentara Firaun, dll, dikatakan bahwa Tuhan berperang dengan kekerasan).  Dengan kuasa kita dapat melakukan mujizat, menyembuhkan orang, dan lain-lain.  Sedangkan otoritas (authority) artinya adalah pengaruh, yuridiksi, wewenang.  Misalnya seperti ini: Walikota Semarang mempunyai otoritas di Semarang saja, orang yang ada dalam otoritasnya pun harus menghormati dan tunduk di bawah otoritasnya.  Saat ia berada di luar wilayahnya, ia tidak mempunyai otoritas seperti yang ia punyai di Semarang.

Kita butuh kuasa dari tempat maha tinggi.  Dan kita memilikinya, kuasa Kerajaan Sorga dalam diri kita, untuk menyelesaikan segala masalah dan penghalang dan untuk melihat hidup orang-orang yang belum mengenal Yesus diubahkan.  Tinggal kita praktekkan!  Tujuan demonstrasi kuasa adalah untuk melenyapkan sakit penyakit atau melepaskan penderitaan dan kemudian dapat membuat orang bertanya (sama seperti Kisah Para Rasul 2:37-38).

Yesus datang ke dunia dari sorga, memberitakan Injil, dan mendemonstrasikan kuasa dan otoritas.  Yohanes Pembaptis pun memberitakan supaya orang bertobat sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.  Kita pun sebagai murid-murid Yesus juga harus melakukannya. “And as ye go, preach, saying, The kingdom of heaven is at hand.  Heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, cast out devils: freely ye have received, freely give“. Dan ketika kamu pergi, beritakanlah, katakan: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkan orang sakit, bangkitkan orang mati, tahirkan orang kusta; usirlah setan-setan…” (Matius 10:7-8, NIV). Jadi kemanapun kita pergi, entah ke sekolah, kampus, tempat kerja, atau dimanapun, beritakan dan nyatakan kuasa Tuhan!  Taat!  Kita bisa karena Roh Kudus yang diberikan kepada kita memampukan kita dimana kita menerimanya karena kasih karunia oleh iman.  Jangan sampai firman Tuhan gugur.  Kita mempunyai firman dalam diri kita dan kita akan ‘melahirkan’ sesuatu, karena perempuan yang hamil pasti melahirkan, kecuali kalau ia keguguran atau mengaborsi.  Kalau sampai gugur atau diaborsi itu pasti karena pengaruh Iblis, jadi jangan sampai ada pengaruh Iblis!

Kita adalah anak-anak Tuhan (sons of God-Roma 8:14). Son yang dimaksudkan di sini bukanlah anak laki-laki saja.  Son adalah seseorang (laki-laki dan perempuan) yang sudah cukup umur untuk menerima warisan yang diberikan oleh bapanya.  Kita tidak hanya anak-anak kecil, tapi kita menjadi anak-anak Tuhan, yang sudah dewasa dan siap menerima warisan.

Yesus mengutus ketujuh puluh murid-Nya dan mereka gembira (Lukas 10:1-20). Yesus juga mengatakan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa (authority atau otoritas- NIV) di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:18-19).  Tuhan meneguhkan firman-Nya dengan tanda-tanda dan mujizat (Markus 16:15-18, Ibrani 2:4). Apakah yang diteguhkan oleh Tuhan?  Firman-Nya, bukan kebenaran atau kehebatan kita. Firman diumpamakan sebagai benih (Matius 13).  Sebelum tumbuh menjadi tanaman, benih harus berakar dan bertumbuh terlebih dahulu.  Namun kadang kita tidak memberi waktu untuk ‘firman Tuhan’ bertumbuh.  Kita inginkan cepat atau langsung.  Memang ada kalanya firman Tuhan bisa langsung, tapi ada juga yang perlu waktu lama untuk terlihat hasilnya.  Terus lakukan amanat yang Tuhan perintahkan kepada kita!  Salah satunya untuk berkuasa dan beranak cucu (Kejadian 1:26-28). Iblis sempat mencurinya daripada kita, tapi sekarang oleh Yesus (Matius 28:18) sudah dikembalikan kepada kita.  Beritakan dan demonstrasikan kuasa Tuhan dimanapun!

 

Steve  Potter ( Australia )

This entry was posted in Kotbah Minggu and tagged , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.