Mengenal Tuhan

Darwin Egan LontohSetiap kita yang sudah bertobat dan dilahirkan kembali adalah pemenang!  Kita menang bukan karena usaha kita, tapi karena janji.  Ada janji Tuhan yang sudah terjadi bagi kita dan akan terus digenapi.  Salah satunya adalah yang sudah kita alami, yaitu kelahiran kembali (Yohanes 1:12-13).  Kalau Kristen karena ikut agama orang tua atau gereja maka tidak akan pernah bisa menghilangkan kuasa dosa dan maut.  Namun kita sekarang dilahirkan kembali, sehingga Tuhan menghilangkan kuasa dosa dan maut dari diri kita, karena kita beriman kepada Yesus.  Namun kita bukan beriman yang pasif, karena kita adalah orang-orang yang mendengar dan juga melakukan!

Syukur kepada Yesus, Firman yang menjadi manusia, sehingga dengan wujud-Nya sebagai manusia Ia bisa menolong kita (Yohanes 1:14-17).  Coba bayangkan kalau firman tetap berbentuk tulisan, manusia malas membacanya, karena kita dulu sebelum bertobat lahir baru juga malas membaca firman.  Firman itu sekarang ada di dalam kita, Imanuel.  Kita sudah melihat kemuliaan-Nya, Ia penuh dengan kasih karunia dan kebenaran dan itu juga diberikan kepada kita.  Hal apa yang bisa mengalahkan kasih karunia dan kebenaran yang kita peroleh dalam Yesus?  Harta, pencapaian dunia, atau keinginan akan dunia ini tidak bisa mengalahkan itu.  Bagi kita yang sudah hidup oleh kasih karunia, jangan kembali melihat ke hukum Taurat karena kita harus beriman dan melihat kepada Yesus.  Namun bagi orang yang belum dilahirkan kembali, kita perlu memberitahu hukum Taurat, tapi dengan solusinya.

Saudara-saudara, kita yang sudah bertobat lahir baru, bisa binasa kalau kita tidak mengenal Tuhan! Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hosea 4:6).  Umat dan imam berbicara tentang orang yang sudah percaya.  Tidak mengenal Tuhan artinya kita tahu perintah-perintah Tuhan tetapi tidak kita lakukan.  Kalau di tahun 2011 ini kita berusaha mengenal Tuhan dengan cara kita sendiri maka kita akan gagal!  Sebaliknya, kalau dengan pertolongan Roh Kudus, maka kita akan bisa mengenal Tuhan.  Jangan sampai kita mengatakan kalau kita percaya firman tetapi menurut cara kita sendiri!  Misalnya kalau ada sesuatu yang

tidak benar dalam diri Saudara dan Saudara tetap menolak untuk mengikuti yang benar, maka Tuhan bisa menolak Saudara!

Tuhan  menghancurkan cara-cara pikir kita yang salah.  Kita dilatih agar tidak menjadi anak-anak yang gampangan.  Tuhan tidak mau kita menjadi seperti anak-anak dunia, yang hanya mau sesuatu untuk dirinya sendiri.  Namun kenyataan sekarang, banyak gereja menawarkan tentang pemulihan atau hal-hal yang enak-enak saja.  Tapi Tuhan mengajari kita bisa jadi dengan sesuatu yang tidak enak bagi diri kita supaya kita dapat mengenal Dia.  “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita… Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:1-3).  Bagaimanakah rasanya diterkam dan dipukul?  Tentu saja sakit.  Seperti itulah akan kita rasakan waktu cara pikir kita yang salah dihancurkan dan diganti dengan cara pikir yang baru, yang benar menurut Tuhan.  Rasanya sakit sekali, karena cara pikir yang salah yang selama ini kita sudah aman di situ diambil dan digantikan dengan “paham” atau cara pikir yang baru, sampai kita jadi aman di situ.  Mengapa tentang cara pikir?  Karena saat dilahirkan kembali Tuhan memberikan hati yang baru dan taat serta roh yang baru.  Namun cara pikir kita masih cara pikir yang lama, sehingga perlu “dibetulkan”.  Hosea 6:2 menubuatkan tentang Yesus Kristus.  Selanjutnya berbicara bahwa kalau kita berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan, Ia pasti muncul untuk memuaskan kita yang menghauskan dan menantikan Dia.  Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru (Yesaya 40:31).  Menantikan adalah tunggu Tuhan menggerakkan kita.  Tapi sebelumnya tentu kita beriman dan inginkan sungguh-sungguh, sampai saatnya Tuhan gerakkan kita dan kita pun bertindak, karena umat yang mengenal Tuhannya akan tetap kuat dan akan bertindak (Daniel 11:32b).

Mari kita kembali kepada janji-janji Tuhan.  Saat orang penuh dengan Roh Kudus, karunia-karunia Roh bisa mulai bekerja saat itu juga!  Dalam Kisah Para Rasul 2:1-4, waktu Roh Kudus turun kepada orang-orang dan mereka penuh dengan Roh Kudus, mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  Namun banyak gereja tidak percaya dengan bahasa Roh.  Di bagian itulah Iblis menyerang, yaitu karunia-karunia Roh.  1 Korintus 12 menjelaskan tentang sembilan karunia yaitu kata-kata hikmat, kata-kata pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, nubuat, membedakan roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh.  1 Korintus 13 menjelaskan bahwa meskipun kita punya karunia-karunia, tapi percuma kalau kita tidak punya kasih, jadi motivasinya harus kasih.  1 Korintus 14 menjelaskan bahwa gereja harus kuat dengan karunia-karunia terutama bahasa roh dan nubuat!  Secara pribadi, bagaimana kita bisa mendapatkan kekuatan?  Paling mudah adalah dengan berbahasa Roh.  Apabila

kita tidak berbahasa Roh lagi artinya iblis berhasil menipu kita dan jatuhnya adalah kita akan berusaha mencari-cari jawaban dalam firman Tuhan tanpa bertanya kepada Tuhan Maha Tahu yang tinggal dalam kita.  Iblis berusaha menyerang agar kita tidak berjalan dengan karunia-karunia Roh lagi.  Saudara, kita harus tahu bahwa kita punya karunia-karunia Roh itu dan kita harus bertindak!  Karena yang penting bukanlah khotbah atau pengajaran, melainkan tindakan.

Kita harus sungguh-sungguh berusaha mengenal Tuhan karena kalau tidak, kita akan kalah terhadap Iblis!  Kita ini adalah pemenang (win), tapi kita butuh disiplin untuk merebut kemenangan demi kemenangan lagi (disciple), dan kita akan diutus dengan kasih karunia (send).  Terus miliki mentalitas pemenang, karena hal itu penting sekali!  Bagaimana Saudara melihat diri Saudara, seperti itulah diri Saudara nantinya. Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai seorang pecundang yang berusaha untuk menang?  Jika ya, Saudara akan kalah.  Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai seorang pemenang yang ingin dibuat kalah oleh setan?  Jika ya, Saudara akan menang. Ada perbedaan besar! Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai orang sakit yang berusaha untuk mempercayai Tuhan untuk memperoleh kesembuhan?  Jika ya, Saudara akan sakit.  Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai orang yang telah disembuhkan yang kesehatannya berusaha dicuri oleh iblis?  Jika ya, Saudara akan sehat.  Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai orang yang miskin yang berusaha menjadi makmur?  Jika ya, Saudara akan miskin.  Apakah Saudara melihat diri Saudara sebagai orang yang makmur – telah makmur melalui Yesus Kristus – yang berusaha dihalangi Iblis?  Jika ya, maka Saudara akan makmur. Saudara harus memasukkan ini ke dalam diri Saudara sebelum itu dapat termanifestasi di luar.  Segala sesuatu yang Saudara terima dari Tuhan berasal dari dalam terlebih dahulu.  Kita bisa menang kalau kita sudah punyai itu dalam diri kita.  Orang harus dilahirkan kembali terlebih dahulu agar ia menjadi pemenang.

“Orang kaya pasti sombong, sedangkan orang yang sangat kaya pasti rendah hati.”  Benar juga, karena orang yang baru kaya pasti ingin memamerkan kepada orang lain apa yang ia baru raih karena ia sebelumnya miskin.  Sedangkan orang yang sangat kaya karena ia sudah melewati banyak hal termasuk yang tidak enak, ia akan mau mengajarkan kepada orang lain supaya orang lain bisa melewati sama seperti ia bisa melewati.  Bong Chandra pengusaha muda dengan penghasilan satu milyar rupiah per bulan menulis buku dan mengadakan seminar untuk mengajari orang lain supaya orang pun bisa melewati dan berhasil dalam hidupnya.  Kita yang sudah menerima kelimpahan kasih karunia, kita pasti adalah orang yang rendah hati, makanya kita beritakan Injil kepada orang lain agar mereka menerima atau mengalami juga seperti kita.  Berjalanlah dengan karunia-karunia Roh tiap-tiap hari!! Kenallah Tuhan maka kita akan kuat dan bertindak.  Mari kembali kepada janji-janji Tuhan!

This entry was posted in Kotbah Minggu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.