<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 07:10:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Be Excellent!</title>
		<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=643</link>
		<comments>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=643#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 07:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Semarang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Egan Lontoh]]></category>
		<category><![CDATA[meeting minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Jemaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Kita percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan bagi banyak generasi.  Di dalam firman Tuhan tertulis bahwa Dia adalah Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub (tiga generasi).  Berarti Dia pun tidak hanya menjadi Tuhan bagi generasi kita saja, tetapi juga generasi selanjutnya.  Tuhan &#8230; <a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=643">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/05/an.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-644" title="an" src="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/05/an.jpg" alt="" width="76" height="124" /></a>Kita percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan bagi banyak generasi.  Di dalam firman Tuhan tertulis bahwa Dia adalah Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub (tiga generasi).  Berarti Dia pun tidak hanya menjadi Tuhan bagi generasi kita saja, tetapi juga generasi selanjutnya.  Tuhan sudah berfirman, jika kita taat kepada-Nya maka ketaatan kita bisa memberkati generasi selanjutnya.  Namun sebaliknya, jika kita tidak<span id="more-643"></span></p>
<p>taat kepada-Nya maka ketidaktaatan kita akan menjadi kutuk bagi generasi ketiga dan keempat.  Jadi segala sesuatu yang kita lakukan akan berdampak bagi generasi selanjutnya.  Oleh karena itu, kita tidak bisa hidup sendiri karena Tuhan memakai kita untuk generasi selanjutnya.</p>
<p><em>“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.”  (Amsal 22:29).</em> Ayat ini berbicara tentang hikmat Salomo.  Dia adalah orang yang bijaksana karena Tuhan yang membuat dia menjadi bijaksana.  Kebijaksanaan itu bagus, tetapi kita harus bisa berjalan di dalam kebijaksanaan itu.  Karena apa gunanya kebijaksanaan kalau kita tidak hidup di dalamnya?  Kebijaksana diberikan pertama untuk memimpin hidup kita dan kedua untuk menggembalakan orang-orang yang kita pimpin.  Di ayat 29 ini, dikatakan bahwa orang yang cakap akan berdiri di hadapan raja-raja dan bukan di depan orang-orang yang hina.   Ayat ini mendorong kita untuk menjadi rajin (cakap) dalam segala pekerjaan kita.  Pekerjaan tidak hanya berbicara tentang bisnis, di kuliah atau di gereja, tetapi bagaimana hati kita sungguh-sungguh cakap untuk bisa berdiri di depan raja-raja.  Kalau kita minta roh rajin (cakap) ini kepada Tuhan dan melatih diri kita maka kita akan bagus di dalam segala hal dan bisa mempengaruhi orang-orang yang akan mempengaruhi orang lain juga.  Oleh karena itu, jangan remehkan hal-hal yang kecil.  Tuhan sudah menaruh kita di dalam suatu perjalanan untuk mempengaruhi bangsa-bangsa.  Seperti misalnya Kak Darwin ketika bertanya apakah kita membaca firman Tuhan kemarin dan hari ini.  Sepertinya ini adalah pertanyaan yang sederhana, tapi sebenarnya sangat penting.  Firman Tuhan adalah pondasi (dasar) segala sesuatu yang ingin Tuhan bangun di dalam kita.  Firman Tuhan seperti “makanan” bagi kita.  Bagaimana kita bisa memiliki energi kalau kita tidak pernah makan?  Membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah bagian dari roh kita dan bagian dari latihan kita.  Mari ambil setiap “makanan” yang bisa kita ambil karena itu dapat membangun kita.</p>
<p>Kembali kepada orang yang cakap.  Mengapa kita harus menjadi orang yang cakap?  Karena raja-raja berhak mendapatkan yang terbaik dan menginginkan yang terbaik.  Kalau kita adalah orang yang cakap, ahli dan pekerja keras dalam pekerjaan kita maka raja-raja akan mencari kita karena mereka butuh orang yang cakap.  Contoh orang-orang yang cakap di dalam Alkitab adalah Daniel, Yusuf, dan Ester.  Mereka hanya orang-orang biasa, tetapi mereka adalah orang-orang yang rajin dan memiliki roh yang luar biasa.  Mereka terus melatih dirinya hingga akhirnya mereka bertemu dengan raja.  Saat ini pun Tuhan sedang melatih kita.  Di dalam selgrup, berdoa, membaca firman Tuhan, kesaksian, lakukanlah dengan sangat baik karena itu melatih kita.  Tuhan tidak suka dengan orang yang malas dan beralasan.  Coba ingat-ingat sudah berapa kali amarah Tuhan bangkit karena manusia banyak mengeluh dan beralasan.  Tuhan memberikan segala sesuatu kepada kita itu tidak pernah setengah-setengah supaya kita berkemenangan.  Oleh karenanya Tuhan ingin kita memberikan yang terbaik dalam segala hal dan kepada Dia.  Raja di dunia saja pantas mendapatkan yang terbaik apalagi Tuhan kita.  Kadang kita berpikir, menghadapi raja di dunia harus berpakaian bagus, tapi di hadapan Tuhan tidak perlu.  Ini pemikiran yang salah.  Berpakaian bagus bukan hanya berbicara tentang apa yang kita pakai, tetapi bagaimana hati dan roh kita yang terbaik.</p>
<p>Kalau kita memiliki roh yang sempurna (excellent spirit) maka Tuhan akan membawa kita kepada raja-raja.  Kita menjadi orang yang berguna di hadapan raja-raja karena Tuhan mengutus kita untuk mempengaruhi orang-orang yang bisa mempengaruhi suatu bangsa.  Kita tidak perlu kuatir dengan apa yang harus kita katakan karena Roh Bapa yang akan berkata-kata dalam kita.  Mari lihat Yusuf, dia seorang yang biasa, tetapi dia menjadi orang nomor satu di Mesir waktu itu (<em>Kejadian 45:8</em>).  Yusuf menjadi penguasa di Mesir, menjadi bapa atas Firaun karena dia memperkatakan kebenaran Tuhan.  Kita tidak tahu apa yang Tuhan sudah persiapkan ke depan bagi hidup kita.  Namun yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan hati kita, melatih diri kita, dan memiliki roh yang sempurna (excellent spirit) untuk melakukan perintah Tuhan.</p>
<p>Di Yesaya pasal 6, Yesaya bertemu dengan Tuhan dan ia mengaku bahwa dirinya adalah seorang yang najis bibir.  Lalu Tuhan menyentuhkan bara api ke mulut Yesaya dan berkata bahwa dosa Yesaya telah dihapuskan.  Sampai akhirnya Yesaya mendengar perkataan Tuhan,”siapa yang mau Ku utus?”  dan Yesaya menjawab,”ini aku, utuslah aku”.  Seperti halnya kita ketika bertemu dengan Tuhan.  Mata dan hati kita terbuka dan meminta ampunan dari Tuhan atas segala dosa kita.  Namun Tuhan ingin kita tidak hanya sampai diampuni saja, tetapi seperti Yesaya yang mau diutus.</p>
<p>Lalu Daniel, dia tidak mau hidupnya dicemari oleh hal-hal dunia.  Babilon, tempat Daniel tinggal, adalah tempat yang penuh dengan dosa, tetapi di situ Daniel menjadi orang yang makmur dan kemuliaan Tuhan terbit atasnya.  Kalau kita baca di Yesaya pasal 60 dan 61, tertulis bahwa terang itu sudah datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atas kita.  Terang Tuhan akan bersinar di dalam kegelapan dan orang-orang akan melihat terang itu.  Orang-orang akan datang karena kita memiliki kemuliaan Tuhan.</p>
<p>Kadang kita berpikir, kalau kita melayani Tuhan bagaimana dengan anak, istri, atau pekerjaan kita.  Siapa yang akan menjaga anak dan istri kita?  Mari lihat di Matius 6:33, carilah kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.  Jadi mengapa harus kuatir?  Burung di udara dan bunga di taman saja dipelihara oleh Tuhan, terlebih kita anak-anak-Nya.  Mari lakukan yang terbaik dalam segala hal seperti kita melakukan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.</p>
<p>Orang yang cakap selanjutnya adalah Ester.  Dia adalah orang biasa, tapi memiliki roh yang luar biasa.  Waktu itu di Israel ada orang-orang jahat yang menghendaki supaya orang-orang Yahudi dibunuh. Ester tahu akan hal itu dan memohon belas kasihan kepada raja supaya bangsanya (bangsa Yahudi) tidak dibunuh.  Ester datang kepada raja di waktu yang tepat dan ia tidak takut jika harus kehilangan nyawanya.  Oleh karena itu, Ester mendapat belas kasihan dari raja.  Kalau saja waktu itu ia tidak dipanggil oleh raja, maka kaumnya termasuk dia akan dibunuh.  Kalau kita lihat, menjadi anak Tuhan itu harus tidak menyayangkan nyawanya sendiri. Seperti apa yang dilakukan oleh Yesus di kayu salib.  Ini bukan berarti Tuhan tidak mengasihi Yesus atau kita.  Tuhan hanya ingin kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya supaya orang lain dapat dibebaskan.  Di Wahyu 12:11, dikatakan bahwa Iblis dikalahkan oleh darah anak domba, kesaksian kita dan tidak mengasihi nyawa kita sampai ke dalam maut.  Mari miliki roh yang berani sampai tidak mengasihi nyawa kita sampai ke dalam maut. Jangan takut karena Tuhan yang menjaga hidup kita.  Tuhan sedang mempersiapkan tentara-tentara-Nya untuk berpengaruh bagi kota-kota dan bangsa-bangsa.  Tuhan sudah berikan otoritas kepada kita untuk mematahkan segala penguasa-penguasa di udara.  Latih diri kita, cakap dalam segala hal dan jadilah kuat di dalam Tuhan.<strong> <em>Anthony Suppiah-Malaysia.</em></strong></p>
<p> </p>
<p>Kita sudah memiliki Roh Tuhan dan kita tinggal siap saja.  Tuhan yang akan membuka jalan bagi kita.  Kita hanya perlu melatih diri kita dan berdoa.  Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan excellent spirit (roh yang sempurna)?  Mari lihat di Amsal 22:4,”Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”  Kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah jawabannya.   Orang yang rendah hati pasti hanya mengutamakan Tuhan.  Baru setelah itu ganjarannya adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.  Selain itu, kita juga perlu menjauhi orang yang serong hatinya (<em>Amsal 22:5</em>) dan menjadi orang yang mau dididik (<em>Amsal 22:6</em>).  Rasul-rasul bisa menjadi luar biasa karena dididik dan dilatih dulu.  Mereka harus menjadi murid dan diajar terlebih dahulu baru menjadi rasul-rasul yang luar biasa.  Sampai pada akhirnya mereka mengajarkan kepada generasi selanjutnya apa yang telah diajarkan.  Jadi kita punya excellent spirit karena kita rendah hati, takut akan Tuhan, dan mau dididik.</p>
<p>Di Roma 12:1-2, kita juga bisa melakukan yang terbaik jika kita tidak serupa dengan dunia.  Kita perlu pembaharuan budi supaya kita tahu mana yang baik, berkenan dan yang sempurna.  Kita harus menjadi orang-orang Berea yang meneliti firman Tuhan.  Orang-orang yang seperti itu yang akan bertahan sampai kesudahannya karena mereka pasti tidak hanya sekedar ikut-ikutan.  Mari ambil keputusan untuk tidak menjadi serupa dengan dunia.  <strong><em>Darwin E. Lontoh</em></strong></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2&amp;p=643</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemaat</title>
		<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=646</link>
		<comments>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=646#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 07:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Semarang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah Tengah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Hosea Hartono]]></category>
		<category><![CDATA[Meeting tengah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukaryo Ksatria]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Jemaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Kisah Para Rasul 5:12-16, salah satu bentuk kehidupan jemaat yang hidup dalam kerasulan yaitu termanifestasinya tanda dan mujizat.  Selain itu, diceritakan bahwa jemaat selalu berkumpul dalam persekutuan yang erat dan orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada &#8230; <a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=646">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/04/k.karyo-web.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-614" title="sukaryo" src="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/04/k.karyo-web.jpg" alt="" width="103" height="146" /></a>Dalam Kisah Para Rasul 5:12-16, salah satu bentuk kehidupan jemaat yang hidup dalam kerasulan yaitu termanifestasinya tanda dan mujizat.  Selain itu, diceritakan bahwa jemaat selalu berkumpul dalam persekutuan yang erat dan orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka tetapi mereka sangat dihormati orang banyak.  Jika kita melihat kepada kehidupan kita secara jemaat, kita pun ada hal-hal itu juga.  Sekarang adalah waktunya untuk kita semua terus mempraktekkannya.<span id="more-646"></span></em></p>
<p><em>Jemaat mula-mula dihormati orang banyak.  Mengapa mereka bisa dihormati oleh orang banyak?  Karena mereka mempunyai sesuatu, yang membuat orang menghormati mereka.  Bisa jadi karena mereka melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat, menyembuhkan orang-orang sakit, maupun hal-hal yang lain.  Tentang persekutuan yang erat, berarti jemaat ada berkumpul dan bertemu.  Berhubungan lewat telepon atau SMS, itu tidak cukup.  Kalau hanya lewat telepon mungkin saja orang yang kita ajak bicara itu tidak memperhatikan atau sebenarnya sedang tidak  mau berbicara dengan kita dan kita tidak tahu hal itu karena kita tidak bertemu muka dengan muka. </em></p>
<p><em>Tentang kehidupan bersaksi, kalau kita sudah tidak bersaksi lagi tentang Tuhan sebenarnya itu menjadi tanda bahwa kita sudah jauh dari Tuhan.  Karena itu jangan sampai kehilangan kehidupan bersaksi.  Bersaksi itu sederhana, kita tidak perlu mempertajam firman Tuhan, tidak harus berdebat, tidak juga harus memolesnya agar menyentuh hati orang.  Cukup bersaksi tentang Tuhan dan apa yang kita alami dengan Tuhan.  Apakah orang bertobat dan percaya kepada Tuhan, itu adalah pekerjaan Roh Kudus dan kasih karunia. </em></p>
<p><em>Pekerjaan kerasulan dimeteraikan dengan tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan kuasa-kuasa (1 Korintus 12:12).  Berita Injil disertai dengan otoritas dari Tuhan.  Beritakanlah Injil dengan otoritas, bukan dengan kelemahan, takut-takut, atau sembunyi-sembunyi.  Dan Tuhan akan menambahkan orang-orang yang percaya, sama seperti jemaat mula-mula tadi.  Rasul Paulus menjaga hidupnya tidak bercela agar tidak menjadi batu sandungan dalam memberitakan Injil.  Kita pun harus memperhatikan hidup kita supaya tidak menjadi batu sandungan dalam pemberitaan Injil.  Kita diutus untuk memberitakan Injil, terus beritakan Injil (Roma 10:10-15).  <strong>Sukaryo Ksatria</strong></em></p>
<p><em>“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.” (2 Timotius 2:1).  Jadilah kuat oleh kasih karunia, itulah dasar bagi setiap daripada kita.  Rasul Paulus begitu bersemangat dalam memberitakan Injil meskipun mengalami pertentangan, dimasukkan penjara, dan lain sebagainya, karena Paulus kuat dengan kasih karunia Tuhan.</em></p>
<p><em>“… Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” (Kisah Para Rasul 28:30-31).  Kita terus dilatih dan diajar, tujuannya adalah agar berita yang kita beritakan tetap, yaitu Injil Kerajaan Tuhan dan Tuhan Yesus Kristus.  Dan Tuhan akan meneguhkan pemberitaan Injil dengan tanda dan mujizat.  Kesaksian menjadi hidup karena Tuhan turut bekerja.  Tuhan bekerja lewat kehidupan para rasul dan juga orang-orang percaya.  <strong>Hosea Hartono</strong></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2&amp;p=646</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemaat</title>
		<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=639</link>
		<comments>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=639#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 06:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hosea Hartono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Hosea Hartono]]></category>
		<category><![CDATA[meeting minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Jemaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Yesus mengatakan tentang jemaat salah satunya dalam Matius 16:13-20.  Ketika itu Petrus bisa menjawab siapa Yesus dengan benar karena Bapa yang menyatakan pewahyuan itu kepada Petrus.  Jika tidak mendapatkan pewahyuan dari Tuhan sendiri, kita tidak akan mendapatkan hidup yang kekal.  &#8230; <a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=639">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2011/11/hosea.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-433" title="hosea" src="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2011/11/hosea-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Yesus mengatakan tentang jemaat salah satunya dalam Matius 16:13-20.  Ketika itu Petrus bisa menjawab siapa Yesus dengan benar karena Bapa yang menyatakan pewahyuan itu kepada Petrus.  Jika tidak mendapatkan pewahyuan dari Tuhan sendiri, kita tidak akan mendapatkan hidup yang kekal.  Hal atau masalah apapun yang kita hadapi, kalau kita mendapat pernyataan dari Tuhan, kita pasti akan berbahagia seperti yang Petrus alami.  Karena pernyataan itu bukan berasal dari darah daging (manusia), melainkan dari Tuhan.  <span id="more-639"></span>Dan Yesus mengatakan bahwa Ia mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang, yaitu pernyataan atau pewahyuan Tuhan yang kuat.  Jika kita membangun diri kita di atas pernyataan Tuhan, maka alam maut tidak akan menguasai, ini berbicara tentang kekekalan.  Dan hanya di dalam jemaat Tuhan (yang pernyataannya berasal dari Tuhan), bukan dalam jemaat buatan manusia atau jemaah Iblis (yang pernyataannya dari manusia atau Iblis), karena dalam Alkitab dikatakan ada juga jemaah Iblis (<em>Wahyu 2:9, 3:9</em>).  Pernyataan yang dari manusia mungkin kelihatannya bagus, tapi tidak benar menurut Tuhan (<em>Matius 16:13-20</em>).  Oleh karena itu kita harus mendapatkan pernyataan-pernyataan Tuhan melalui jemaat, karena Tuhan hanya menyatakannya di dalam jemaat.</p>
<p>Ada tiga hal tentang jemaat:</p>
<p><strong>1. Jemaat sebagai pribadi</strong></p>
<p>Masing-masing daripada kita yang sudah mendapat pernyataan Tuhan sehingga kita bertobat dan dilahirkan kembali adalah pribadi yang baru di dalam Kristus (<em>2 Korintus 5:17</em>).  Berarti benar-benar baru, bukan barang lama yang diperbaiki.</p>
<p>Kita adalah pribadi baru dalam Kristus dan kita harus menemukan peran dan fungsi kita.  Kita sudah mendapat kemurahan Tuhan, Ia menyelamatkan kita dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.  Jangan anggap kemurahan Tuhan itu sesuatu yang sepele.  Demi kemurahan Tuhan yang telah kita terima dan masih akan kita terima, persembahkanlah tubuh Saudara sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Tuhan dan jangan menjadi serupa dengan dunia ini (<em>Roma 12:1-2</em>).  Persembahkan tubuh kita supaya kita bisa hidup di dalam jemaat Tuhan.  Tuhan mengatakan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, karena mudah sekali kita menjadi serupa dengan dunia saat kita berada sendiri dengan aktivitas sehari-hari, misalnya lewat televisi, lingkungan kerja, dan lain sebagainya.  Berubahlah oleh pembaharuan budi kita.  Berubah berarti sampai ada perubahan yang nyata, karena ada usaha yang dilakukan.  Kalau kita sungguh-sungguh berusaha berubah, maka kita akan bisa berubah.  Karena orang yang sungguh-sungguh akan mendapatkan.  Supaya kita bisa mendapatkan pewahyuan dan membedakan kehendak Tuhan.  Jadi kita hidup bukan hanya datang ke gereja, menyanyi memuji menyembah Tuhan, mendengarkan kotbah, lalu pulang.  Melainkan kita melakukan hal-hal tadi supaya kita dapat mengerti kehendak Tuhan dan mengerjakannya.</p>
<p><strong>2. Jemaat sebagai pribadi di dalam komunitas</strong></p>
<p><em>“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)</em>.  Ada rencana Tuhan dalam hidup kita.  Jangan menafsirkan nubuat-nubuat mengenai diri kita menurut cara manusia.  Kita harus mengejar untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita dan melakukannya supaya rencana Tuhan itu jadi kenyataan.</p>
<p>Kita adalah satu kumpulan atau komunitas.  Yesus satu dengan Bapa dan Yesus sudah melaksanakan untuk apa Ia diutus (<em>Yohanes 17:20-23</em>).  Yesus juga mau kita mengalami kedua hal tersebut, yaitu menjadi satu dan mengerjakan pengutusan.</p>
<p><strong>3. Pentingnya jawatan rohani</strong></p>
<p>Tuhan memberikan baik rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar dalam jemaat (<em>Efesus 4:11-13</em>) sebagai sosok pribadi bukan organisasi.  Tuhan memberikannya, tapi banyak gereja yang tidak punya jawatan-jawatan tadi.   Tujuan Tuhan memberikannya adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Tuhan, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.  Selain itu tujuan yang lain agar jemaat menjadi jemaat yang tak bercacat kerut (<em>Efesus 5:27</em>).  Kita harus menjadi jemaat seperti yang Tuhan inginkan, bukan seperti yang kita inginkan.  <em>“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.&#8221; (Wahyu 2:29)</em>.  Tuhan, Roh Kudus, berbicara kepada jemaat dan rasul adalah orang yang bisa mengarahkan, sampai jemaat mencapai kesempurnaan.</p>
<p>Rasul memastikan agar jemaat mengikuti Injil yang benar (<em>Galatia 1:6-10</em>).  Jemaat-jemaat di Galatia tersebut telah berbalik dan Paulus menegor mereka.  Berbalik, artinya orang-orang atau kumpulannya masih tetap sama, tapi tujuannya sudah berbeda (bukan lagi tujuan semula yaitu sesuai kehendak Tuhan).  Ada Yesus, roh, dan injil yang lain, dan jangan sampai kita tertipu (<em>2 Korintus 11:4</em>).  Injil harus tetap murni supaya tidak menyimpang dari kehendak Tuhan.  Kita adalah hamba Kristus.  Kita tidak perlu mengikuti apa yang dituntut orang daripada kita, karena Tuhanlah yang harus kita taati.</p>
<p>Mari kita temukan siapa kita di dalam jemaat Tuhan.  Banyak orang kristen yang melakukan pelayanan di mana-mana maupun secara pribadi, tapi mereka tidak menemukan kehidupan berjemaat yang sesuai firman Tuhan.  Sungguh-sungguhlah mengenal Tuhan, minta Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar (<em>Efesus 1:17</em>).  <strong><em>Hosea Hartono</em></strong></p>
<p>Dalam Matius 19:16-22, dijelaskan tentang orang muda yang kaya yang ditantang oleh Yesus untuk menjual segala miliknya dan memberikannya kepada orang-orang miskin, lalu mengikut Yesus.  Orang muda itu baru kelihatan apakah ia mau sungguh-sungguh atau tidak pada saat ia tidak mau menjual miliknya dan mengikut Yesus.  Kita bisa sama-sama dalam jemaat, tapi saat nanti ada pengujian: Tuhan menyuruh kita ‘menjual segala sesuatu’ seperti orang muda tadi, baru akan ketahuan apakah kita sungguh-sungguh mau mengikut Tuhan atau tidak.  Coba lihat Ananias dan Safira (<em>Kisah Para Rasul 5:1-11</em>).  Mereka beberapa waktu lamanya bersama-sama dalam jemaat mula-mula, tapi baru kelihatan kemudian kalau hati mereka jahat karena mereka tidak jujur memberitahukan hasil penjualan tanah mereka.</p>
<p>Kita hanya bisa mengerti tentang jemaat karena Tuhan mengaruniakan pengertian itu kepada kita (<em>Matius 13:11</em>).  Kalau tidak dikaruniakan, maka tidak akan bisa mengerti.  Dalam Efesus 5:32 dikatakan bahwa rahasia ini besar, yaitu hubungan Kristus dan jemaat.  Banyak nabi dan orang benar (yang hidup dalam zaman Perjanjian Lama) ingin melihat apa yang kita lihat dan mendengar apa kita dengar, tetapi mereka tidak melihatnya dan mendengarnya (<em>Matius 13:17</em>).  Yang dimaksud adalah Yesus Kristus.  Mereka tidak melihatnya karena janji Tuhan digenapi dalam Kristus dan disingkapkan dalam tubuh-Nya, yaitu jemaat.</p>
<p>Jika kita mengerti dan menangkap pengertian tentang jemaat, kita akan bisa bertumbuh dan berbuah (<em>Matius 13:23</em>).  Benih atau biji harus mati terlebih dahulu baru ia bisa tumbuh menjadi tanaman dan menghasilkan banyak buah (<em>Yohanes 12:24-25</em>).  ‘Mati’ berbicara bahwa kita tidak mencintai nyawa kita di dunia ini.  Petrus saja yang sebelumnya disebut berbahagia oleh Yesus (<em>Matius 16:17</em>), ternyata masih memikirkan yang dari manusia (<em>Matius 16:21-23</em>).  Kita perlu kembali menyangkal diri dan memikul salib, bicara tentang kita menjadi nol di hadapan Tuhan (bergantung kepada Tuhan sepenuhnya).  Kalau kita tidak mengerti dan masih memikirkan seperti yang manusia pikirkan, kita bisa menjadi benih yang dirampas si jahat, terhimpit kekuatiran, atau yang tidak bertahan dalam pengujian (<em>Matius 13:19-23</em>).</p>
<p>Dalam jemaat kita tidak menyimpan privasi.  Bahkan meskipun sudah berkeluarga, kita dan keluarga kita tidak bisa berjalan sendiri, melainkan di dalam dan bersama-sama jemaat.  Kita bisa mengetahui rahasia Kristus karena kita di dalam jemaat.  Jika kita ingin menjadi sempurna, kita harus mau melepaskan segala hal yang baik menurut kita.  Biji harus mati terlebih dahulu, artinya kita harus menyangkal diri, memikul salib kita, dan mengikut Yesus setiap hari.  Rencana Tuhan dalam kita terus berjalan asalkan kita terus dalam jemaat.  <strong><em>Heru C.</em></strong></p>
<p>Jemaat adalah mempelai perempuan Kristus.  Jemaat berbicara tentang perlindungan.  Dalam jemaat, kita belajar berhubungan satu dengan yang lainnya dan memberi apa yang kita bisa berikan.  Tidak ada orang yang bisa sempurna seorang diri, butuh yang lain.  Dalam film Remember the Titans disitu dikisahkan bahwa meskipun salah satu pemain tidak sempurna tetapi sebagai tim, tim olahraga itu sempurna.  Jemaat sempurna di hadapan Tuhan.</p>
<p>Dalam Efesus 4:1-6, dijelaskan bahwa kita satu dan bagaimana kita berhubungan satu sama lain, ketersediaan (availability) dan persahabatan yang tulus.  Untuk bisa menjadi satu, itu butuh diusahakan.  Kita akan bisa membantu satu sama lain kalau sudah terjalin persahabatan yang tulus.  Kita terus bertumbuh sampai kita mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Tuhan, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (<em>Efesus 4:12-16</em>).  Kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus (<em>Efesus 4:7</em>).  Kita satu sebagai jemaat dan mempergunakan karunia-karunia yang ada pada diri kita masing-masing.  Kita terus bertumbuh ke arah kesempurnaan, sampai kita menjadi jemaat yang kudus dan tidak bercela (<em>Efesus 5:22-27</em>).  <strong><em>Dedy Kurniawan</em></strong></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2&amp;p=639</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara hidup jemaat yang pertama</title>
		<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=641</link>
		<comments>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=641#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 06:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Darwin Egan Lontoh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah Tengah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Egan Lontoh]]></category>
		<category><![CDATA[Meeting tengah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 ditulis tentang cara hidup jemaat yang pertama.  Mereka bisa berkumpul tiap-tiap hari karena Tuhan yang kumpulkan.  Di mulai dari bertobat dan dilahirkan kembali lalu mereka berkumpul dan bertambah 3.000 jiwa.  Itulah seharusnya sebuah gereja yaitu &#8230; <a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=641">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2010/12/Darwin.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-57" title="Darwin" src="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2010/12/Darwin-150x150.jpg" alt="Darwin Egan Lontoh" width="150" height="150" /></a>Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 ditulis tentang cara hidup jemaat yang pertama.  Mereka bisa berkumpul tiap-tiap hari karena Tuhan yang kumpulkan.  Di mulai dari bertobat dan dilahirkan kembali lalu mereka berkumpul dan bertambah 3.000 jiwa.  Itulah seharusnya sebuah gereja yaitu orang-orang yang dipanggil dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, jadi bukan lagi orang-orang yang bermasalah (di dalam dosa).<span id="more-641"></span> </em></p>
<p><em>Namun di dalam jemaat mula-mula yang seperti itu saja tetap masih ada masalah.  Lihat saja Simon dalam Kisah Para Rasul 8:9-24, dia adalah seorang yang memakai sihir dan mentakjubkan orang-orang Samaria.  Saat Filipus memberitakan Injil di Samaria, ia menjadi percaya sama seperti orang Samaria lainnya dan ia pun memberi diri untuk dibaptis.  Namun ketika Simon melihat rasul-rasul menumpangkan tangan pada orang-orang dan orang-orang itu menerima Roh Kudus, ia menawarkan uangnya untuk membeli kuasa itu.  Di sini kita bisa lihat, walaupun Simon sudah dibaptis, tetapi ia belum menerima Roh Kudus sehingga hatinya tidak benar.  Roh Kudus adalah kekuatan gereja.  Tanpa Roh Kudus, orang-orang akan jatuh ke dalam dosa (tidak ada kuasa untuk menolak dosa).  Inilah cara hidup jemaat mula-mula yaitu memberi diri untuk bertobat dan dilahirkan kembali, dibaptis dan menerima Roh Kudus. </em></p>
<p><em>Selain itu, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (ayat 42).  Jadi mereka tidak hanya mengadakan persekutuan (kumpul-kumpul), tetapi mereka juga mendengarkan Tuhan berbicara.  Lalu tidak hanya sampai di situ saja, mereka memecah-mecahkan roti untuk mengingat kebesaran Tuhan dan berdoa.  Di dalam persekutuan mereka, orang-orang pasti dikuatkan karena mereka tidak hanya sekedar berkumpul.  Mereka juga memberitakan Injil, melakukan mukjizat dan karunia-karunia (ayat 43).  Tidak ada di antara mereka yang beralasan, yang membuat mereka tidak bisa bertemu satu dengan yang lainnya atau memberitakan Injil.  Mereka sehati dan bersatu karena mereka adalah orang-orang percaya yang sudah menerima Injil (ayat 44).  Jika masih ada yang setengah-setengah atau mementingkan diri sendiri pasti sulit untuk bersatu.  Di samping itu, dipastikan juga tidak ada yang kekurangan di tengah-tengah mereka. </em></p>
<p><em>Tiap-tiap hari mereka berkumpul di bait Tuhan untuk mendengarkan firman Tuhan.  Zaman dahulu orang-orang hanya bisa mendengarkan firman Tuhan di bait Tuhan dan firman yang mereka dengar hanyalah kitab Perjanjian Lama.  Syukur kepada Tuhan kalau kita sekarang bisa mendengar dan membaca firman Tuhan di mana saja.  Meskipun mereka hanya bisa mendengar di bait Tuhan, tapi mereka kuat di dalam satu Roh, bahkan keinginan mereka besar untuk mendengar firman Tuhan.  Sampai-sampai mereka lebih banyak mengadakan tanda-tanda mukjizat daripada kita sekarang.  Semua itu karena keinginan mereka besar. </em></p>
<p><em>Di antara mereka juga tidak ada yang disembunyikan.  Rumah mereka terbuka untuk jemaat (untuk memecahkan roti maupun berdoa) sehingga hidup mereka disukai oleh banyak orang (ayat 46).  Hidup mereka benar-benar memberkati banyak orang, tetapi hidup di dalam firman Tuhan juga kuat.  Pada akhirnya, banyak orang yang ditambahkan di dalam jemaat karena hidup mereka yang berpegang pada Tuhan, bukan karena karakter mereka yang bagus (ayat 47).</em></p>
<p><em>Jemaat mula-mula adalah orang-orang yang tegas dan tidak akan tertipu oleh rupa-rupa pengajaran karena sudah dilahirkan kembali.  Mereka akan selalu berkumpul tiap-tiap hari dan memecahkan roti untuk mengingat bahwa mereka sudah dikeluarkan dari kegelapan kepada terang.  Semua itu mereka bisa lakukan karena adanya Roh Tuhan dalam hidup mereka .  Dimulai dari Tuhan, berkomitmen pada Tuhan dan Injil bisa diberitakan kepada banyak orang. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2&amp;p=641</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia hidup di dalam Kristus</title>
		<link>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=633</link>
		<comments>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=633#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 07:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Semarang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[meeting minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Jemaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman Perjanjian Lama ada tiga jawatan yang diurapi oleh Tuhan yaitu imam, nabi, dan raja.  Ketiganya itu digenapi oleh Kristus dan sekarang kita juga adalah imam, nabi, dan raja.   Kita ditetapkan menjadi imam, nabi, dan raja untuk melakukan &#8230; <a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?p=633">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/02/obadja.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-564" title="obadja" src="http://www.jubileeforindonesia.org/v1/wp-content/uploads/2012/02/obadja-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pada zaman Perjanjian Lama ada tiga jawatan yang diurapi oleh Tuhan yaitu imam, nabi, dan raja.  Ketiganya itu digenapi oleh Kristus dan sekarang kita juga adalah imam, nabi, dan raja.   Kita ditetapkan menjadi imam, nabi, dan raja untuk melakukan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar.  Selain itu di dalam Efesus 1:3, kita dikaruniakan berkat rohani di dalam sorga, berkat ini adalah berkat yang tidak ada di dunia, yaitu damai sejahtera, sukacita, dan kebenaran.  <span id="more-633"></span>Kita bisa mendapatkan berkat tersebut jika kita mempunyai hubungan dengan Bapa dan taat kepada-Nya.  Kalau kita berbicara tentang berkat dari sorga atau kerajaan Tuhan, maka hal itu bukan hanya terdiri dari perkataan, tetapi kuasa.  Kuasa inilah yang kita nyatakan kepada banyak orang dan bukan untuk disimpan-simpan.  Kuasa itu sudah ada dalam, tetapi kadang kita masih takut menyatakannya.  Bagaimana bisa terjadi sesuatu-misalnya kesembuhan- jika kita masih takut menyatakan kuasa itu?  Pak Obadja pernah mengadakan KKR kesembuhan di Nganjuk dan dia tidak merasa gentar sedikitpun karena firman Tuhan pasti ya dan amin.</p>
<p>Kita sebagai orang yang dilahirkan kembali telah dipilih sebelum dunia dijadikan (<em>Efesus 1:4</em>).  Bumi ini adalah maketnya Tuhan dan kita termasuk di dalam perencanaan-Nya.  Jadi kita adalah warga negara surga yang hidup di dalam dunia (<em>Efesus 2:6</em>).  Oleh karena itu, kita dipertunangkan dengan mempelai laki-laki (Kristus) supaya kita tidak bercacat cela (<em>2 Kor 11:2</em>).  Di dalam Efesus 5:31-32, suami istri adalah sebuah kiasan hubungan antara jemaat dengan Kristus.  Jemaat adalah mempelai perempuan dan Kristus adalah mempelai laki-laki.   Hubungan jemaat dengan Kristus adalah hubungan yang kudus (<em>1 Petrus 1:15-16</em>), maka seseorang harus dilahirkan kembali terlebih dahulu supaya ia kudus dan dapat berhubungan dengan Kristus.  Sebagai mempelai wanita (jemaat), perhiasan kita bukanlah hal-hal lahiriah melainkan manusia batiniah kita.</p>
<p>Lahirnya sebuah gereja  dimulai dari orang-orang yang dilahirkan kembali dari air dan roh (<em>Yohanes 1:10-12</em>).  Sejak kapan kita menjadi anak-anak kerajaan Tuhan?  Sejak Yesus mati di kayu salib, lambung-Nya ditusuk dan keluar air dan darah.  Maksudnya kita menjadi anak-anak Tuhan sejak dilahirkan kembali, lahir dari air dan darah Yesus sendiri (<em>Efesus 1:5-6</em>).  Kita diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Tuhan, bukan dari keinginan seorang laki-laki, tetapi dari Tuhan.  Bahkan sebagai anak-anak Tuhan, kita diberi otoritas pada mulut kita untuk menyatakan kebenaran Tuhan.</p>
<p>Kita adalah anak-anak Tuhan, “dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”  (<em>Roma 8:17-18</em>).  Kalau kita anak Tuhan lalu menderita, kita pasti bisa melewatinya karena pengujian yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan  kita.  Iblis pun tidak bisa berkutik melawan kita karena kita memiliki tanda darah Yesus (<em>Efesus 1:7-8</em>).  Di kitab Wahyu 12:11 juga tertulis bahwa darah Anak Domba, perkataan kesaksian kita, dan tidak mengasihi nyawa kita sampai ke dalam maut dapat mengalahkan si Iblis.</p>
<p>Serigala punya liang, burung punya sarang, tapi Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya (<em>Matius 8:20</em>).  Oleh karena itu, Dia butuh tubuh yaitu jemaat karena jemaat adalah tubuh Kristus (<em>Efesus 1:9-10</em>).  Yesus pernah berkata, robohkan bait suci dan Dia akan membangunnya dalam waktu tiga hari.  Sebenarnya waktu tiga hari adalah waktu dimana Yesus akan membangun tubuh-Nya (jemaat).  Dan apa yang dibangun-Nya terdiri dari batu-batu yang hidup (orang-orang yang percaya kepada Yesus dan dilahirkan kembali) 1 Petrus 2:1-5.</p>
<p>Bila kita di dalam Kristus, kita berhak untuk menerima janji Tuhan (<em>Kejadian 12:1-3,7</em>):</p>
<p>1.  Aku menjadikan kamu bangsa yang besar</p>
<p>2.  Aku akan memberkati</p>
<p>3.  Aku buat namamu menjadi masyur</p>
<p>4.  Engkau akan menjadi berkat</p>
<p>5.  Aku beri negeri yang baru</p>
<p>Janji ini mula-mula diberikan kepada Abraham dan akhirnya sampai kepada kita melalui Yesus Kristus.  Jadi, kita ini adalah bangsa yang besar.  Bangsa yang besar bukan berbicara tentang jumlah, tetapi kualitas.  Kalau kita percaya dan menerima janji-janji ini maka kita dimeteraikan oleh Roh Kudus (<em>Efesus 1:11-14</em>).  Dimeteraikan sebagai milik Tuhan dan berharga di mata-Nya.  Inilah rahasia hidup di dalam Kristus, yaitu kita menerima berkat rohani yang berasal dari sorga dan menerima janji-janji-Nya.</p>
<p>Pdt. Obadja A. Rawan-GKB Bahtera Hayat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jubileeforindonesia.org/v1/?feed=rss2&amp;p=633</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

